suplemenGKI.com

MAKANAN DAN MINUMAN ROHANI

Yohanes 4:5-42

 

Pengantar
Setiap manusia membutuhkan makanan dan minuman yang cukup. Makanan dan minuman akan diolah oleh tubuh agar menjadi tenaga untuk beraktivitas sehari-hari. Dalam kisah pelayanan kali ini, Yesus menunjukkan bahwa manusia tidak hanya sekadar membutuhkan makanan dan minuman jasmani tetapi juga membutuhkan makanan dan minuman rohani.

Pemahaman

  • Ayat 1-2   : Apa inti perjumpaan Yesus dengan perempuan Samaria?
  • Ayat 3-7   : Apa inti perjumpaan Yesus dengan para murid-Nya?
  • Ayat 8-11 : Apa dampak kedua perjumpaan itu bagi orang-orang di sekitar mereka?

“Air” yang dimaksud oleh Yesus bukanlah air dalam wujud fisik, tetapi air itu berarti sumber kebahagiaan dan sukacita yang terpancar lewat kehidupan bersama di dalam Yesus. Begitu juga ketika Yesus berkata-kata soal makanan kepada para murid-Nya. “Makanan” yang dimaksud bukanlah makanan jasmani, tetapi melakukan setiap kehendak Allah. Itulah yang menjadi kekuatan bagi Yesus untuk melakukan setiap pelayanan di dunia. Hal itu seharusnya juga berlaku bagi kita. Kita menikmati hidup dalam iman percaya kepada Yesus, sekaligus melakukan setiap kehendak-Nya dalam kehidupan kita.

Yesus berjumpa dengan perempuan Samaria yang sedang ada di pinggir sebuah sumur. Yesus mengatakan kepada perempuan itu untuk memberinya air karena haus. Namun perempuan Samaria itu meresponsnya dengan nada pesimis sambil mengatakan bahwa tidak layak dirinya memberi air itu dan sumur itu begitu kering. Yesus menjawab perempuan itu dengan mengatakan bahwa ada “air hidup” yang kekal yang dibutuhkan oleh setiap manusia. Percakapan ini menjadi awal pemberitaan tentang kehadiran Kristus kepada orang-orang yang bertemu dengan perempuan Samaria tersebut.

Setelah itu, Yesus juga berjumpa dengan para murid-Nya yang mengajak untuk makan bersama. Yesus merespons ajakan para murid itu dengan mengatakan bahwa sudah tiba “saat panen” karena ladang sudah menguning. Respons Yesus itu ternyata merujuk kepada aksi yang dilakukan oleh perempuan Samaria, yaitu menyampaikan kabar kedatangan Yesus kepada banyak orang. Sejak saat itu banyak orang yang menjadi percaya bahwa Yesus adalah Juruselamat bagi mereka semua.

Perempuan Samaria dan para murid yang memperhatikan makanan dan minuman jasmani memberi gambaran kepada kita bahwa kehidupan kita sering berfokus pada hal-hal jasmani. Padahal, ada kebutuhan rohani yang juga perlu kita penuhi. Yesus menunjukkan kepada kita bahwa hidup yang semakin percaya kepada Yesus adalah sebuah kebutuhan rohani yang perlu dipenuhi oleh setiap orang sebab kebutuhan rohani dapat membuat kita semakin hidup di dalam tuntunan dan penyertaan Tuhan.

Refleksi
Dalam keheningan, mari berefleksi. Apakah selama ini Saudara terlalu sering berfokus pada kebutuhan-kebutuhan jasmani hingga mengabaikan kebutuhan rohani? Kebutuhan jasmani dapat berupa kebutuhan hidup secara fisik namun juga dapat berarti kebutuhan kepuasan batin sebagai manusia. Apakah Saudara menyadari bahwa kebutuhan rohani juga perlu dipenuhi agar Saudara semakin merasakan relasi yang erat bersama dengan Tuhan di tengah kehidupan ini?

Tekadku
Tuhan, mampukanlah aku bukan hanya memenuhi kebutuhan jasmani. Pimpinlah aku supaya aku memenuhi kebutuhan rohaniku setiap hari hingga aku semakin dapat merasakan penyertaan-Mu dalam kehidupanku.

Tindakanku
Di masa Pra Paskah ini, aku belajar berpuasa, mengurangi pemuasan kebutuhan jasmani dan sebaliknya lebih memberikan perhatian pada latihan-latihan rohani yang akan membuatku menjadi makin terbiasa mengisi kebutuhan rohani. Aku akan menyediakan waktu yang cukup untuk berdoa dan membaca Alkitab serta merenungkannya agar kehidupan rohaniku dipenuhi aliran air kehidupan yang menyegarkan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«