suplemenGKI.com

Yohanes 3:14-21.

 

Konsistensi Kasih Setia Dan Rahmat Allah Yang Menyelamatkan

Pengantar:
Perikop Yohanes 3:14-21 ini merupakan bagian dari rangkaian percakapan Tuhan Yesus dengan seorang Farisi bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. Inti dari percakapan Yesus dengan Nikodemus adalah Yesus menyatakan konsistensi Allah yang penuh dengan kasih setia dan rahmat. Pada ayat. 14 Yesus menjelaskan bahwa Allah menyatakan penyelamatan-Nya kepada bangsa Israel dengan Musa diperintahkan Allah untuk meninggikan ular di padang gurun, itu merupakan gambaran Yesus yang harus ditinggikan di atas salib, sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup kekal.

Pemahaman:

- Apakah yang menjadi bukti konsistensi kasih setia dan rahmat Allah? (v. 16-17)

- Bagaimana supaya manusia dapat mengalami konsistensi kasih setia dan rahmat Allah?

- Bagaimana dengan mereka yang tidak percaya dengan kasih setia dan rahmat Allah!

Pada ayat 16 dikatakan “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” Pernyataan itu berlaku dari sejak manusia jatuh dalam dosa sampai sekarang dan sampai selama-lamanya, Allah telah menawarkan kepada manusia tentang kasih setia dan rahmat-Nya. Tawaran itu belum pernah berubah dan pasti tidak akan berubah. Allah melihat manusia yang jatuh ke dalam dosa, tidak mungkin dapat menyelamatkan dirinya, bahkan berinisiatif untuk menolong dirinya pun tidak , yang dilakukan manusia adalah cenderung berbuat dosa (band. Roma 3:10-18 dan 3:23) Maka Allahlah yang kemudian berinisiatif untuk menolong manusia dengan merelakan diri-Nya di dalam Tuhan Yesus Kristus turun ke dunia untuk menyelamatkan manusia.

Agar supaya inisiatif Allah untuk menyelamatkan manusia itu dapat terwujud, maka manusia harus meresponi undangan dan tawaran keselamatan Allah itu dengan “percaya kepada-Nya” Percaya berarti setuju, menerima dan menyerahkan diri untuk dipindahkan oleh Allah dari hidup dalam gelap pada hidup dalam terang-Nya yang ajaib (1Pet 2:9)

Bagi mereka yang tidak percaya, tidak setuju, tidak menerima  dan tidak menyerahkan diri kepada kasih setia dan rahmat Allah, ia akan binasa, berada di bawah hukuman. Mereka lebih menyukai kegelapan dengan perbuatan-perbuatan yang bersifat gelap. Perbuatan yang bersifat gelap adalah segala sikap, tingkah laku dan pikiran yang bertentangan dengan kebenaran Allah.

Refleksi:
Mari kita renungkan, dan bertanya pada diri sendiri: Sudahkah kita meresponi kasih setia dan rahmat Allah yang menyelamatkan itu? Jika belum sekaranglah waktunya untuk meresponi.

Tekad:
Tuhan, aku ingin sungguh-sungguh meresponi kasih setia dan rahmat-Mu dengan mempercayai Engkau sungguh-sungguh sebagai Tuhan dan juruselamatku.

Tindakan:
Aku akan berusaha dan berjuang, apapun yang aku perbuat, pikirkan dan lakukan semua mengarah pada syukur atas kasih setia dan rahmat Tuhan yang telah menyelamatkanku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«