suplemenGKI.com

Minggu, 15 Juli 2018

14/07/2018

Markus 6:17-29.

 

“Berani Menyatakan Kebenaran”

 

Pengantar:
“Berani menyatakan kebenaran ” Berangkat dari tema hari ini, ada dua hal yang bisa kita pikirkan, 1) Ketika kita ingin menyatakan kebenaran maka kita harus memiliki kebenaran itu sendiri. 2) Ketika kita terpanggil untuk menyatakan kebenaran maka kita harus siap menanggung konsekuensinya. Hari ini kita berjumpa dengan pribadi yang berani menyatakan kebenaran yang sesungguhnya karena ia telah memiliki kebenaran itu, sekalipun ia harus menanggung konsekuensi yang sangat berat sekalipun. Mari kita telusuri pribadi tersebut.

Pemahaman:

1)      Apakah yang telah dilakukan oleh Yohanes Pembaptis kepada Herodes? (v. 17-18)

2)      Apakah yang melatarbelakangi Herodes membunuh Yohanes Pembaptis? (v. 19-28)

Yohanes Pembaptis adalah seorang yang dipanggil Tuhan untuk menyatakan kebenaran Tuhan, maka ketika ada pihak-pihak yang hidupnya tidak sesuai dengan kebenaran Tuhan, ia akan menegurnya dengan penuh keberanian. Kita ingat ketika ia menegur para ahli taurat dan farisi yang tidak menghasilkan buah-buah kebenaran sebagai pemimpin umat (band Mat 3:7) Dan dalam Markus 6:18 dicatat, Yohanes Pembaptis pernah menegur Herodes Antipas karena memperistrikan Herodias yang adalah Istri Herodes Filipus yang adalah adik kandungnya sendiri (v. 17) Tindakkan Herodes Antipas mengambil istri adik kandungnya sendiri adalah sangat memalukan, itu sebabnya Yohanes menegurnya dengan keras (v. 18)

Rupanya teguran Yohanes itu menjadi sumber kebencian, dendam dan sakit hati baik bagi Herodes sendiri maupun Herodias. Demi melampiaskan kebencian, dendam dan sakit hatinya, terutama Herodias maka ia mencari kesempatan untuk membunuh Yohanes (v. 19) Kesempatan itu datang bertepatan dengan perayaan ulang tahun Herodes yang mengadakan perjamuan dengan mengundang para pembesar  dari sekitar Galilea. Ketika itu anak perempuannya Herodias menari dengan menggoda pada pesta ulang tahun Herodes, dan itu sangat menyukakan hati sang raja, Herodias mengambil kesempatan ini untuk membalas kebencian, dendam dan sakit hatinya kepada Yohanes pembaptis. Ia menyuruh anaknya untuk meminta kepala Yohanes Pembaptis sebagai hadiah karena telah menyenangkan hati sang raja. Herodes yang sudah menjanjikan hadiah apapun yang dimintanya, sehingga demi menjaga harga diri, ia pun mengabulkan permintaan putri Herodias itu dengan memenggal kepala Yohanes Pembaptis (v. 22-28) Demikianlah nabi Allah yang benarni menyatakan kebenaran dibunuh secara tidak adil karena kebencian, dendam dan sakit hati.

Refleksi:
Mari merenung sejenak. Di dunia yang penuh dengan lumuran dosa ini, kita dipanggil untuk menyatakan kebenaran, siapkah kita, apapun konsekuensi yang akan kita hadapi?

Tekad:
Ya Tuhan, mampukan saya untuk berani menyakakan kebenaran-Mu di tengah-tengah dunia yang penuh dengan ketidakbenaran ini, walaupun harus menghadapi konsekuensi yang berat.

Tindakkan:
Berjuang dengan bersandar kepada pertolongan Tuhan Yesus untuk berani menyatakan kebenaran di tengah-tengah dunia sekitar yang penuh

dengan ketidakbenaran.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«