suplemenGKI.com

Minggu 15 Juli 2012

14/07/2012

Markus 6:14-29

 

 Berani Menyatakan Kebenaran

                Bagian ini dibagi menjadi 2 bagian besar: yang pertama ayat 14-16 berbicara tentang siapakah Yesus? Yang kedua ayat 17-29 berbicara tentang pembunuhan Yohanes pembaptis oleh Herodes. Bagian ini diapit oleh peristiwa Yesus mengutus ke dua belas muridNya dan kembalinya murid-murid kepadaNya setelah perutusan tersebut.

  1. Siapakah Yesus menurut orang lain dan raja Herodes?
  2. Apa yang menjadi alasan bagi raja Herodes membunuh Yohanes Pembaptis?
  3. Apa yang telah dilakukan oleh Yohanes Pembaptis terhadap raja Herodes?
  4. Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari bacaan ini?

 

Renungan

Bagian pertama ini menceritakan bagaimana Herodes Antipas mendengar dan menanggapi siapa itu Yesus? Ada orang yang menyatakan bahwa Yesus itu adalah Yohanes Pembaptis yang bangkit dari antara orang mati. Dalam kaitanya dengan kepercayaan rakyat waktu itu, kembalinya Yohanes Pembaptis dalam rangka membalas apa yang telah Herodes lakukan kepadanya. Tampaknya Herodes merasa dihantui kemunculan Yesus sebagai perwujudan dari Yohanes Pembaptis yang telah dibunuhnya.

Ada pula yang menyatakan bahwa Yesus itu adalah Elia. Penyebutan nabi Elia menunjukkan betapa kuatnya pengharapan mesianis di kalangan umat Yahudi pada masa itu. Karena umat Yahudi sangat percaya bahwa Elia akan datang mendahului Sang Mesias.

Ada pula yang menyatakan bahwa Yesus itu adalah nabi yang akan datang itu. Nabi selalu dipandang sebagi pewarta firman dan perintah Allah. Kehadiran nabi dalam Perjanjian lama selalu dalam situasi krisis yang dialami bangsa Israel. Sehingga kehadiran Yesus yang dianggap nabi menumbuhkan kerinduan umat untuk mendengar dan menerima firman Allah.

Bagian kedua, menceritakan peristiwa terbunuhnya Yohanes Pembaptis.  Yohanes Pembaptis pernah menegur raja Herodes Antipas yang mengambil istri Filipus saudaranya yang bernama Herodias, dengan mengatakan : ”Tidak halal engkau mengambil istri saudaramu!”. Teguran Yohanes kepada Herodes Antipas ini menimbulkan sakit hati Herodias, dan menaruh dendam kepada Yohanes Pembaptis dan berusaha untuk membunuhnya. Di sisi yang lain ternyata Herodes Antipas segan terhadap Yohanes Pembaptis karena dianggap sebagai orang yang benar dan suci, bahkan khotbah-khobahnya juga disukai oleh Herodes.

Herodes terpaksa menangkap dan akhirnya membunuh Yohanes Pembaptis, karena ia telah berjanji kepada anak Herodias untuk memberikan apa yang diinginkan sebagai bentuk ucapan terima kasihnya waktu ia menari pada hari ulang tahun raja Herodes. Meskipun Herodes sangat sedih sekali, namun karena sumpahnya yang telah diucapkan di depan umum, maka ia akhirnya membunuh dan memenggal kepala Yohanes Pembaptis dan diberikan kepada anak Herodias.

Kita melihat bahwa Yohanes Pembaptis adalah seorang yang teguh berpegang pada hukum-hukum Allah. Ia tidak gentar untuk menyatakan kebenaran kepada siapapun termasuk kepada penguasa yang telah menyimpang dari hukum-hukum Allah, sekalipun nyawa menjadi taruhannya.

Bagian ini juga mengajarkan kepada kita supaya kita hidup sebagai pengikut Kristus yang berani menyatakan kebenaran.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«