suplemenGKI.com

MAZMUR 40:1-11

BERBAHAGIA KARENA PERCAYA KEPADA TUHAN

 

PENGANTAR

Setiap manusia didunia ini tentu berharap hidup berbahagia. Namun ukuran kebahagiaan setiap orang berbeda-beda. Ada yang berprinsip memiliki uang yang banyak akan membuatnya berbahagia. Ada yang berprinsip memiliki harta benda yang berlimpah akan membuat bahagia. Tetapi ada juga yang berprinsip pekerjaan dan usaha yang sukses akan menghadirkan kebahagiaan dalam hidup. Lalu bagaimanakah pemahaman Daud tentang kebahagiaan?  Seperti apakah kebahagiaan yang sejati itu? Dan bagaimana kebahagiaan itu bisa diraih?

PEMAHAMAN

Ayat 2-4               Apa yang telah dialami Daud dalam hidupnya? Bagaimanakah Daud merefleksikan peristiwa itu?

Ayat 5-9               Apa yang menjadi ukuran kebahagiaan bagi Daud?

Ayat 10-11           Bagaimanakah seharusnya sikap seseorang yang berbahagia karena TUHAN?

Berbagai tantangan dan pergumulan telah dialami oleh raja Daud dalam hidupnya. Dalam berbagai peristiwa yang menakutkan itu Daud tetap berharap kepada pertolongan Allah (ayat 2). Pengharapan kepada Allah itulah yang membuat Daud tetap bertahan dan mampu melewati setiap tantangan dan pergumulan. Keselamatan yang Allah kerjakan disepanjang hidup Daud telah membawa sukacita dan rasa syukur yang besar.  Daud menyadari bahwa kepercayaannya kepada Allah telah menghadirkan kebahagiaan dalam hidupnya.

Bagi Daud kebahagiaan manusia seharusnya bukan terletak pada kekayaan, namun pada kepercayaan kepada Allah (ayat 5). Pengalaman hidup Daud dan pengalaman hidup bangsa Israel telah membuktikan  bahwa hanya kepercayaan kepada Alah yang dapat memberikan kebahagiaan kepada manusia (ayat 6).

Daud juga memperlihatkan sikap konkrit manusia yang hidup berbahagia yakni dengan melakukan kebenaran dan keadilan. Bagi Daud sikap hidup yang demikian adalah cerminan orang yang berbahagia (ayat10-11). Hal ini berbeda dengan prinsip umum kebanyakan orang yang memandang orang yang berbahagia adalah orang yang tampak dari penampilannya yang memperlihatkan kekayaan dan kemakmurannya.

Mengejar kekayaan dan meraih kesuksesan tentu bukanlah hal yang keliru. Hanya menjadi keliru jika kekayaan dan kesuksesan dijadikan ukuran kebahagiaan. Dalam teks bacaan Daud telah memperlihatkan bahwa seharusnya menaruh kepercayaaan penuh kepada Allah yang menyelamatkan adalah kebahagiaan yang sejati. Kepercayaan kepada Allah seharusnya terus dipupuk dalam kehidupan setiap umat Allah agar tercapailah kebahagiaan itu.

REFLEKSI

Sudahkah saya percaya kepada Allah dengan segenap hati? Sudahkah saya hidup seturut dengan kehendak Allah?

TEKADKU

Ya Allah, tolong kami untuk selalu menaruh kepercayaan kami kepada-Mu. Tolong kami untuk melakukan kehendakmu dalam kehidupan kami

TINDAKANKU

Tetap memiliki pengharapan kepada Allah. Tekun dalam doa. Hidup seturut firman Allah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«