suplemenGKI.com

Bacaan : Markus 9 : 2-9. ( lanjutan )

 

“DENGARKANLAH DIA”

 

PENGANTAR
Petrus tidak menyadari apa yang dikatakannya. Seandainya Yesus terus tinggal diatas gunung itu, maka dunia akan binasa. Yesus datang bukan untuk mencari kegembiraan sorgawi diatas gunung, tetapi IA datang untuk melepaskan dunia dengan salibNya. Petrus juga tidak mengerti bahwa ucapannya merupakan suatu pencobaan bagi Yesus. Jalan salib yang harus ditempuh Yesus sangatlah sukar sedangkan Petrus tambah mempersulit dengan ucapannya.

 

PEMAHAMAN

  1. Apa makna kalimat  “maka datanglah awan menaungi mereka” ? (ayt 7a)
  2. Dari awan itu terdengar suara “inilah Anak yang kukasihi, dengarkanlah Dia”, (ayat 7b) pernyataan ini mengandung pengertian apa ? bagi murid-murid ? bagi kita ?
  3. Setelah peristiwa tranfigurasi mereka tidak melihat siapa-siapa kecuali Yesus, apa artinya ? (ayat 8).
  4. Mengapa Yesus melarang menceritakan peristiwa transfigurasi yang telah mereka lihat sampai peristiwa kebangkitan Yesus ? (ayat 9).

Baru saja Petrus selesai berbicara  akan membuatkan kemah bagi Yesus, Musa dan Elia,  datanglah awan menaungi mereka yaitu Yesus, Musa dan Elia. Dalam perjanjian lama awan merupakan simbol dari kemuliaan Allah atau kehadiran Allah. Sedangkan murid-murid melihat awan itu menaungi (menyelimuti) Yesus, Musa dan Elia. Itu berarti bahwa kemuliaan Allah terpancar dari salah satu mereka yaitu Yesus. Yang lebih mengagetkan adalah, dari awan itu terdengar suara, “inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia”. Melalui suara tersebut penulis Injil Markus ingin menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias yang akan menderita dan mati di salib. Pernyataan Allah dalam peristiwa transfigurasi tersebut merupakan puncak jawaban atas pertanyaan yang diajukan Yesus kepada para murid, yaitu : “menurut kata orang siapakah Aku ini ? tetapi apa katamu, siapakah Aku ini (Markus 8:27,29).

Mendengar suara itu tersungkurlah murid-murid Yesus, mereka sangat ketakutan. Mereka baru berani mengangkat matanya setelah Yesus datang menyentuh mereka sambil berkata,”Berdirilah, jangan takut”. Lalu mereka melihat hanya Yesus seorang diri. Musa dan Elia sudah naik terangkat dalam awan itu. Yesus pun sudah kembali biasa, wajahNya tidak bercahaya.  Apa yang mereka lihat di gunung ketika perubahan rupa itu terjadi paling tidak akan memberikan sesuatu yang bisa dipegang yaitu mereka telah mendengar suara Allah bahwa Yesus adalah Anak Allah atau sang Mesias. Murid-murid harus mendengar apa yang dikatakan Yesus,semua ajaranNya bahkan pemberitahuan tentang penderitaan dan kematianNya di salib. Setelah mereka turun gunung Tuhan Yesus melarang mereka menceritakan peristiwa tersebut kepada para pengikut Yesus yang lain sampai waktunya tiba. Namun mereka adalah saksi atas kemuliaan Kristus. Seorang saksi adalah seorang yang pertama-tama melihat kemudian memperlihatkan kepada orang lain apa yang telah mereka lihat.

 

REFLEKSI
Ketika saudara diperhadapkan dengan kemuliaan Allah, bagaimanakah sikap saudara ? bagaimanakah saudara menjalani hidup ini ?

 

TEKADKU
Ya Tuhan saya sadar bahwa saya adalah manusia yang sangat hina dan penuh dengan cacat cela, saya tidak sanggup melihat kemuliaanMU.

 

TINDAKANKU
Mulai hari ini saya akan menjalani  hidup yang benar, yang baik, yang suci dan mulia.

———————————————————

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*