suplemenGKI.com

Berdasarkan isinya Mazmur 30 ini digolongkan sebagai individual thanksgiving psalm (mazmur pengucapan syukur perseorangan).  Tema kuncinya adalah puji-pujian kepada Tuhan.  Pernyataan untuk memuji Tuhan, ”Aku akan memuji Engkau” (ay.2) dan ”aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu” (ay.13) digunakan sebagai inklusio (pembuka dan penutup) dalam mazmur ini.  Latar belakang puji-pujian ini pun dijelaskan di awal mazmur ini.  Tuhan telah menolongnya dan menyembuhkannya dari sakit parah yang nyaris merenggut nyawanya (ay.2-4).  ”Musuh-musuh” di ayat 2 dapat dibaca sebagai kiasan bagi penyakit-penyakit yang menyerangnya.

1.    Ay. 2-4. Pengalaman hidup apakah yang membuatnya ini memuji Tuhan?

2.    Ay. 5-6. Pemazmur juga mengajak orang-orang lain untuk memuji Tuhan.  Siapakah orang yang diajak pemazmur: apakah Anda termasuk di dalamnya? (ay.5) Selain menyanyi, hal apa lagi yang harus kita lakukan bagi Tuhan?  Mengapa kita harus menyanyi dan bersyukur? (ay.6)

3.    Ay. 7-11.  Apa yang diungkapkan pemazmur ketika ia mengalami kesenangan dan kesedihan?  Apa yang dapat Anda pelajari dari kesaksian pemazmur ini?

4.     Ay. 12-13.  Apa yang dilakukan pemazmur ketika ia mengalami pertolongan dari Tuhan?  Pernahkah Anda mengalami hal yang serupa?  Dalam hidup Anda, apakah cara terbaik yang Anda dapat lakukan untuk mengungkapkan syukur Anda?

 

Renungan:

Mamzur ini ditulis oleh seseorang yang pernah mengalami sakit yang parah, yang hampir membawanya kepada kematian.  Sama seperti kebanyakan dari kita, pemazmur adalah seorang yang gemar memuji Tuhan ketika ia berada dalam situasi yang menyenangkan.  Namun, ia sangat terkejut ketika sakit-penyakit itu datang.  Dengan sungguh-sungguh dia berdoa, mohon kesembuhan dari Tuhan.

Betapa senang hati pemazmur ketika Tuhan mendengarkan permohonannya.  Begitu menakjubkan baginya.  Ratapan dalam hatinya langsung diganti dengan tari-tarian sukacita.  Pemazmur menggambarkan penderitaan sebagai tangisan malam yang pasti akan berlalu oleh pagi hari yang penuh sorak-sorai.  Mazmur ini diakhiri dengan komitmen yang sangat indah:  tekad pemazmur untuk memuji Tuhan selama-lamanya.

Dengan demikian ada beberapa butir pengajaran  yang dapat disimpulkan dari Mazmur ini: 1) Tuhan sanggup memberikan kesembuhan, juga dari penyakit yang sangat parah, 2) kesembuhan itu terjadi karena kemurahan-Nya, 3) dalam keseluruhan proses itu kita diajarkan untuk percaya kepada Tuhan, bukan kepada diri sendiri, dan 3) kemurahan Tuhan yang kita hendaklah membuat kita memuliakan Dia, bukan memegahkan diri sendiri.

Banyak syair dan nada indah yang digubah justru setelah seseorang mengalami masa-masa sukar di dalam hidupnya.  Mazmur 30 ini adalah salah satu di antaranya.  Di samping cara penulisannya yang indah namun cukup jelas, keunggulan mazmur ini juga terletak pada isinya.  Pergumulan yang dituangkan dalam mazmur ini merupakan pergumulan semua orang.  Kita semua, yang mungkin juga akan menghadapi situasi serupa, bisa banyak belajar dari mazmur ini.

 

Banyak syair dan nada indah yang digubah justru setelah seseorang mengalami masa-masa sukar di dalam hidupnya. 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

3 Comments for this entry

  • Jezelin Grace says:

    Jika Mazmur 30 adalah merupakan empiris pribadi si pemazmur, bagaimana dengan judul Mazmur ini, yaitu tentang pentahbisan Bait Suci. Apakah bentuk hubungannya? Mohon penjelasan. Tq b4.

  • Timotius Wibowo says:

    Terima kasih untuk tanggapan Grace. Dengan membandingkan isi Mazmur 30 dan judulnya di 30:1 kita dapat menyimpulkan bahwa mazmur ini mengalami pergeseran dalam penggunaannya. Mula-mula digubah sebagai pengucapan syukur pribadi, kemudian digunakan untuk penahbisan bait suci (diperkirakan pada zaman Yudas Makabeus). Pergeseran fungsi/ penggunaan mazmur adalah sesuatu yang wajar. Seperti sekarang ini, kita menggunakan mazmur ini untuk keperluan yang lebih luas, bukan hanya untuk penahbisan bait suci.

  • richard siboro says:

    dalam penjelasan saudara di atas bahwa musuh-musuh adalah sakit penyakit,apa alasan pemikiran tersebut sebab mazmur ini dinyanyikan pada waktu pentahbisan Bait Suci yang baru selesai di bangun Salomo. bnd 1 Raja-raja 8. lalu apakah semudah itu menggeser makna dan fungsi sebuah mazmur? mohon penjelasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*