suplemenGKI.com

Bagian ini menceritakan dialog antara Tuhan Yesus dengan seorang ahli Taurat. Ahli Taurat ini berusaha untuk mencobai Yesus dengan bertanya tentang hidup kekal dan jawaban Tuhan Yesus sangat sederhana sekali dengan menyatakan apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Ahli Taurat itu menjawab dan Tuhan Yesus membenarkan jawabannya.

1.       Ay 27-28, apa jawaban dari ahli Taurat dan bagaimana respon Tuhan Yesus terhadap jawaban ahli Taurat tersebut?

2.       Ay 29, apa yang menjadi reaksi dari ahli Taurat tersebut?

3.       Ay 30-35, apa yang menjadi inti dari perumpamaan tersebut?

4.       Ay 36-37, Apa yang diharapkan Tuhan Yesus terhadap ahli Taurat tersebut dengan menceritakan perumpaan ini?

5.       Bagaimana dengan definisi kita, tentang sesama manusia?

 

Renungan:

                Ahli Taurat ingin sekali mencobai Yesus, karena ia berharap dapat menemukan kesalahan yang dikatakan atau yang diperbuat olehYesus. Namun dari bagian ini kita melihat bahwa ahli Taurat justru tidak dapat menemukan kesalahan Yesus dalam memberikan jawaban bagi setiap pertanyaan yang diajukan olehnya. Dalam menjawab pertanyaan dari alhi Taurat, Yesus mengembalikan pada hukum Taurat yang berlaku pada waktu itu. Dan ternyata memang ahli Taurat dapat menjawab bertanya Yesus tentang apa yang tertulis dalam kitab Taurat tentang hidup kekal. Untuk membenarkan dirinya sendiri, ahli Taurat tersebut bertanya tentang siapakah sesamaku manusia?

                Untuk menjawab pertanyaan dari ahli Taurat, Yesus menceritakan tentang seseorang yang jatuh ke tangan penyamun dalam  perjalanannya dari Yerusalem ke Yerikho. Orang ini di rampok habis-habisan, di pukuli dan ditinggalkan setengah mati oleh para penyamun tersebut. Lalu datanglah imam melalui jalan tersebut, melihatnya namun melewatinya. Datang juga seorang Lewi, ia melihatnya dan melewatinya juga. Tidak lama kemudian datanglah seorang Samaria, melihat orang yang terkapar tersebut maka timbullah belas kasihan. Orang Samaria ini membalut luka-lukanya, menyiraminya dengan anggur dan meletakkan di atas keledai tunggangannya, dibawanya ketempat penginapan, dan memberikan dua dinar kepada pemiliki tempat penginapan. Yesus meminta respon dari ahli Taurat tersebut, siapakah diantara ke tiga orang ini yang menjadi sesama dari orang yang jatuh ke tangan penyamun tersebut. Ahli taurat ini menjawab: Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya. Yesus berkata:Pergilah dan perbuatlah demikian.

                Yesus mengajarkan bahwa sesama manusia, bukan sekedar persamaan ras, jabatan, intelektual, kerohanian, atau materi saja. Namun sesama manusia adalah orang-orang yang membutuhkan pertolongan kita tanpa melihat rupa dan harta mereka.

Bagi Yesus, untuk menolong seseorang dengan sungguh-sungguh harus dimulai dengan belas kasihan yang muncul dari hati yang terdalam. Yesus juga ingin mengajarkan kepada alhi Taurat yang paling penting bukan menghafal hukum Tauratnya namun melakukan hukum Tauratnya itu jauh lebih penting dan bermakna. Bagaimana dengan kita?

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*