suplemenGKI.com

Minggu, 14 Mei 2017

13/05/2017

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Yohanes 14:4-14

 

Pengantar
“Tak kenal maka tak sayang”. Kalimat ini sering diucapkan untuk menjelaskan betapa pentingnya sebuah pengenalan dalam relasi. Bila kita mengenal seseorang dengan baik maka kita akan tahu apa yang menjadi kebiasaannya, kesukaannya, apa yang diinginkannya, apa tujuan hidupnya, dll.  Semakin kita mengenal seseorang maka semakin mungkin untuk menyayanginya. Bila dalam jalinan relasi ada rasa sayang maka tidaklah sulit untuk memenuhi permintaannya. Demikian pulalah yang terjadi dalam relasi kita dengan Tuhan. Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 4-5                 : Apakah Tomas mengenal Sang Guru dengan baik?
  • Ayat  6                    : Mengapa TUHAN YESUS menyatakan diri sebagai “Jalan, kebenaran dan hidup”?
  • Ayat 7-11               : Bagaimana relasi TUHAN YESUS dengan BAPA?
  • Ayat 12-14            : Apakah konsekuensi pengenalan orang percaya pada YESUS dan BAPA?

Sesungguhnya di dalam ayat-ayat ini, para murid seakan tidak mengenal siapa sosok Sang Guru yang telah bersama-sama dengan mereka selama beberapa waktu. Ketika tiba waktunya TUHAN YESUS pergi, Dia berjanji menjemput para murid untuk dibawa ke  tempat yang telah disediakan-Nya. Namun para murid yang telah bersama-Nya selama beberapa waktu ternyata tidak mengetahui ke mana Sang Guru akan membawa mereka pergi dan jalan mana yang harus dilalui agar dapat tiba di rumah damai sejahtera yang dijanjikan itu.  Mereka merasa perlu tahu jalan ke sana. Untuk itulah, TUHAN YESUS  menyatakan diri sebagai jalan yang harus diikuti. TUHAN YESUS mengajak para murid-Nya berjalan di dalam DIA. TUHAN YESUS menegaskan: “AKU-lah Jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada BAPA kalau tidak melalui AKU.“

Ternyata mereka bukan hanya diberikan janji tapi juga diantarkan untuk sampai di rumah itu. Rumah damai sejahtera adalah Rumah BAPA yang dapat dicapai bila murid-murid mau berjalan melalui jalan KRISTUS. KRISTUS-lah yang menghantarkan secara langsung setiap orang percaya kepada BAPA, sehingga  tidak ada satu pun yang akan salah jalan.  Bahkan bukan hanya itu. Bila para murid sungguh-sungguh percaya kepada TUHAN YESUS dan pekerjaan-Nya, mereka juga dapat melakukan pekerjaan besar. Kemampuan melakukan pekerjaan besar itu bukan karena  kekuatan sendiri melainkan karena percaya kepada TUHAN YESUS yang sudah melakukan pekerjaaan BAPA. TUHAN YESUS memang pergi kepada BAPA namun  pekerjaan besar itu menetap dalam pengalaman dan kesaksian para murid. Para murid diberi anugerah untuk melanjutkan pekerjaan TUHAN. Sungguh semua itu merupakan anugerahbesar yang diberikan kepada setiap murid KRISTUS yang benar-benar mengenal-Nya.

Refleksi
Pandanglah gambar TUHAN YESUS. Apakah Anda merasa beruntung mengenal KRISTUS? Apakah Anda sudah mengenal Dia secara mendalam? Apakah Anda  ingat apa saja yang TUHAN kehendaki untuk Anda lakukan sebagai murid-Nya? Pernahkah Anda merasakan kesulitan menjalani hidup sebagai murid KRISTUS? Pernahkah Anda  merasakan terlalu besar tugas dan tanggungjawab pelayanan yang harus Anda kerjakan?

Tekadku
Ya TUHAN, mampukanlah aku semakin dalam mengenal-Mu agar aku semakin mencintai-Mu, semakin bersemangat berjalan di jalan-Mu, dan semakin bersukacita melakukan tugas panggilan melanjutkan pekerjaan-Mu di dunia ini.

Tindakanku
Setiap pagi aku akan memanjatkan doa bukan hanya meminta berkat tapi menyatakan komitmen bersedia berjalan di jalan TUHAN dan memohon TUHAN memberiku keberanian dan kemampuan menjadi jalan bagi orang lain untuk berjumpa TUHAN.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»