suplemenGKI.com

Yohanes 3:14-21

 

“MEMANDANG TUHAN DENGAN PENUH IMAN”

Pengantar:
Keraguan yang tidak beralasan sering kali berujung pada kefatalan, terutama jika keraguan itu tanpa dasar yang benar. Agar kita bisa keluar dari rasa ragu maka dibutuhkan bukti maupun penjelasan yang dapat meyakinkan kita. Misalnya, ketika anda ragu bahwa obat dapat menyembuhkan sakit anda, sebaiknya anda meminta kepada dokter untuk menjelaskan fungsi obat tersebut untuk meyakinkan anda bahwa obat tersebut dapat menyembuhkan anda. Apakah anda masih ragu tentang iman anda kepada Yesus? Renungan hari ini akan menolong kita untuk tidak ragu beriman kepada Yesus dengan memandang Tuhan dengan penuh iman.

Pemahaman:

1)      Mengapa Yesus menghubungkan peristiwa ular tembaga dengan diri-Nya? (v.14-15)

2)      Apa yang hendak ditekankan melalui pernyataan Yesus di ayat 16-20?

Ketika umat Israel dalam perjalanan menuju Kanaan, berulangkali mereka memberontak kepada Tuhan dengan berbagai alasan salah satunya ketika mengalami kekurangan roti dan minuman seperti yang dicatat dalam Bilangan 21:4-9. Akibat dari pemberontakan itu mereka harus mengalami hukuman, Tuhan mengirim ular-ular tedung untuk memagut mereka. Pemberontakan itu terjadi karena mereka tidak memandang Tuhan dengan penuh iman. Namun ketika mereka berseru memohon agar Musa berdoa bagi mereka, Tuhan mendengar dan menyelamatkan mereka melalui patung ular tembaga yang ditinggikan dan mereka yang dipagut ular dan memandang pada ular tembaga itu mereka tetap hidup. Tuhan Yesus mengaitkan peristiwa tersebut dengan diri-Nya adalah untuk mengajarkan bahwa Yesus adalah satu-satunya objek iman yang menyelamatkan kita dari dosa. Ayat 16-19 menegaskan bahwa Ia berkorban untuk menanggung manusia yang berdosa agar beroleh keselamatan. Namun kita harus meresponi karya Yesus itu dengan memasuki kehidupan baru yang dihayati sebagai dilahirkan kembali. Kehidupan baru adalah buah karya ajaib pengorbanan Yesus yang telah ditinggikan di atas salib demi menyelamatkan kita dari pagutan dosa. Bagi yang percaya kepada-Nya beroleh keselamatan, tetapi yang tidak percaya ia akan binasa. Memasuki kehidupan baru yang dihayati sebagai dilahirkan kembali bukan berbicara masalah lahir secara fisik melainkan berbicara tentang karya Roh Kudus yang menyadarkan orang berdosa untuk berbalik kepada Tuhan, percaya dan menyerahkan hidup menjadi milik Tuhan dalam hidup baru (2Kor 5:17). Itulah penghayatan memandang Yesus dengan penuh Iman.

Refleksi:
Saudara, dalam hidup ini kita sering diperhadapkan pada berbagai problematika hidup yang tidak jarang membuat kita menderita. Tetapi jika kita yakin Yesus telah berkorban untuk kita, mari kita terus memandang kepada Dia agar kita tidak tergoda untuk memberontak pada-Nya.

Tekadku:
Tuhan, ajarlah kami untuk terus memandang kemuliaan dan kasih-Mu dengan penuh iman, apapun problematika hidup yang kami hadapi, karena hanya Engkaulah pengharapan kami.

Tindakanku:
Mari saudara-saudara, kita semakin hari semakin memfokuskan pandangan dan hidup kita kepada Kristus yang telah berkorban demi menyelamatkan kita dari dosa.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«