suplemenGKI.com

Minggu, 14 Juni 2020

13/06/2020

MAU DIUTUS OLEH TUHAN

Matius 9:35-10:8

 

Pengantar
Yesus memanggil dan memilih kita untuk diutus-Nya bukan karena ada sesuatu yang luar biasa dalam diri kita, seperti kecakapan, kekuatan, kegesitan, atau kemampuan-kemampuan kita lainnya. Tetapi karena Yesus mau memakai kita. Untuk itu, Yesus membutuhkan kesediaan kita untuk disiapkan, dibentuk, diubah, dan dipakai-Nya sesuai kehendak-Nya. Dalam menjalankan perutusannya, bunda Teresa dari Kalkuta mengandaikan dirinya seperti pensil di tangan Tuhan. Apa yang dilakukannya adalah mengikuti gerak tangan Tuhan yang menulis melalui dirinya. Hari ini kita akan belajar bagaimana Yesus memanggil para murid-Nya pada waktu itu. Mari kita renungkan.

Pemahaman

  • 9:35-38  : Bagaimana situasi pelayanan Yesus pada waktu itu? Apa yang Yesus jumpai dalam pelayanan-Nya?
  • 10:1-4    : Apakah tujuan Yesus memberi kuasa kepada murid-murid yang telah dipanggil-Nya?
  • 10:5-8    : Pesan apakah yang diberikan oleh Yesus kepada para murid dalam menjalankan panggilannya? Apakah yang harus mereka lakukan?

Bacaan hari ini menceritakan tentang bagaimana situasi pelayanan Yesus pada waktu itu. Yesus sedang berkeliling ke semua kota dan desa untuk mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Ketika Yesus melihat orang banyak yang Ia layani, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan. Oleh sebab itu Yesus mengatakan bahwa: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit” (9:37).

Yesus ingin agar murid-murid-Nya melanjutkan pelayanan-Nya, memberitakan kasih-Nya dengan melayani semua orang dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga itu ke seluruh dunia. Untuk melakukan tugas itu, tentu bukanlah hal yang mudah. Oleh sebab itu, Yesus memanggil kedua belas murid-murid-Nya dan memberi mereka kuasa supaya mereka mampu menjalankan panggilan-Nya untuk menghadirkan Kerajaan Sorga bagi semua orang (10:1-4).

Setelah Yesus memanggil dan memperlengkapi para murid dengan kuasa-Nya. Yesus mengutus para murid dengan pesan penting yang akan menjadi petunjuk bagi mereka yaitu: mereka tidak boleh menyimpang ke jalan bangsa lain atau kota Samaria, tetapi pergi kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Mereka harus memberitakan bahwa Kerajaan Sorga sudah dekat, yaitu berita tentang pengampunan dan keselamatan. Serta menyatakan pertolongan Allah bagi banyak orang melalui kemampuan yang Tuhan sudah berikan. Siapapun yang telah menerima berita keselamatan, memiliki tugas yang sama untuk menyampaikannya kepada orang lain agar mereka mengalami sukacita dan menerima keselamatan dalam Kristus Yesus (10:7-8).

Refleksi
Mari kita renungkan, ketika kita melihat tuaian yang begitu banyak, siapkah kita untuk diutus untuk melayani mereka, melayani jiwa-jiwa yang membutuhkan pertolongan? Maukah kita, memberitakan keselamatan kepada orang-orang yang sedang berjalan menuju kebinasaan?

Tekadku
Ya Tuhan, berikanlah kami hati seperti hati-Mu, hati yang penuh dengan belas kasihan, berikanlah kami mata seperti mata Tuhan, yang memandang tuaian di sekililing kami. Dan berikanlah kami kaki untuk mau melangkah untuk menjalankan panggilan-Mu, melayani sesama dan memberitakan kasih-Mu. 

Tindakanku
Mari kita mewujudkan firman Tuhan hari ini dengan menyanyikan lagu PKJ 177 dengan penuh komitmen dan kesungguhan hati: //Ini aku, utus aku!// Kudengar Engkau memanggilku// Utus aku; tuntun aku// ’Ku prihatin akan umat-Mu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«