suplemenGKI.com

Markus 4:30-34.

 

Benih yang kecil akan menghasilkan tumbuhan yang besar.

PENGANTAR:

Seorang tua pernah berkata “jangan pernah menganggap remeh sesuatu yang kecil” misalnya: uang kecil/recehan, orang kecil/masyarakat sederhana, pelayanan yang kelihatan kecil dan sebagainya, karena dari yang kecil itulah akan hadir yang besar. (Band. Mat 2:6 “dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin yang akan menggembalakan umat-Ku Israel”) Dan dari yang kelihatan kecil itulah Tuhan Yesus hadir untuk menyelamakan umat manusia dari dosa. Kali ini kita akan belajar tentang perumpamaan biji sesawi.

 

PEMAHAMAN:

  1. Ay. 30-32 Berbicara tentang karya anugerah Tuhan itu tampak kecil pada mulanya, tetapi kemudian menjadi sangat besar dan luar biasa dampaknya bagi dunia.
  2. Ay. 33-34 Demi agar pengajaran-Nya sampai dengan jelas kepada pendengar Tuhan Yesus memakai perumpamaan untuk menjelaskan tentang kerajaan surga.

Bahwa permulaan tentang kerajaan Injil  itu terlihat sangat kecil, seperti biji sesawi. Di Timur  Tengah biji sesawi dikatakan adalah biji yang paling kecil diantara segala benih. Tetapi ketika biji sesawi itu ditaburkan ke tanah, ia akan tumbuh dan menjadi besar bahkan lebih besar dari segala jenis tanaman sayur lainnya. Sehingga memungkinkan menjadi tempat bersarangnya burung-burung. Ketika jemaat  Kristen diutus di muka bumi ini untuk memberitakan Injil kerajaan surga, memang tidak langsung besar, tetapi dari kecil, sedikit kemudian oleh anugerah Allah yang mengutus maka berita Injil kemudian menjadi luas dan menyelamatkan banyak orang dari kegelapan dosa. Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan  (Band Roma 1:16-17). Pekerjaan anugerah Allah dalam jiwa seseorang memang mungkin mula-mula hanya sebuah getaran untuk rindu bertobat, tetapi kemudian jiwa yang telah mengalami anugerah keselamatan Allah itu akan terus menggelora untuk memberitakan Injil kepada Dunia, itulah yang terjadi dengan murid-murid setelah Pentakosta.

Bahasa perumpamaan, dipilih oleh Yesus untuk mengajar murid-murid tentang betapa dahsyatnya kuasa anugerah Injil itu bagi dunia, hal itu dimaksudkan agar murid-murid jangan kecil hati, jangan takut apalagi ragu dalam memberitakan Injil kepada dunia, sebab melalui pemberitaan mereka kelak kerajaan Allah digenapi. Kita sebagai gereja-Nya walaupun kecil, minoritas tetapi jika anugerah Tuhan memperkenankan Injil-Nya diberitakan, maka akan menjadi besar. Untuk itu biarlah gereja tidak mengabaikan pemberitaan Injil kepada dunia.

 

REFLEKSI:
Pernahkah gereja berpikir, untuk memberitakan Injil Kristus secara konkrit dengan mempersiapkan jemaat menjadi seorang pekabar Injil ke daerah-daerah atau negara lain?

 

TEKAT:
Tuhan, pakailah aku untuk menjadi pemberita Injil anugerah keselamatan-Mu di dunia ini.

 

TINDAKAN:
Tuhan, aku ingin terus memberitakan Injil kepada dunia walau hanya melalui sebuah metode sederhana.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

1 Comment for this entry

  • Kornelius Logo says:

    Rfleksi saya tentang Kerajaan Allah yang du umpamakan dengan Biji sesawi atau benih yang ditaburkan:
    ” Keraan Allah mula-mula memang sangat kecil. Kerajaan itu nampak dalam diri kehadiran Yesus secara sederhana dengan masuk kedalam pengalaman kemanusiaan yang amat manusiawi, dan kemudian dalam diri Yesus Kerajan Allah dijumpai dalam wajah kerajaan amat bersahabat dengan alam dan manusia. Kerjaan itu tidak akan berakhir namun kerjaan itu tetap berdiri koko hingga akhir zaman.
    Setiap manusia dimuka bumi ini bagian dari bagunan kerajaan Ilahi itu. Kerajaan itu mula-mula hanya cairan, tak berbentuk, tak kelihatan, namun lama-lama semakin terbentuk menjadi pribadi disebut manusi> manusia itu lahir, manusia itu menjadi bayi, kemudia anak dan perlahan-lahan menjadi dewasa, berkarya menghasilkan hasil karyanya belipat-lipat, dan berguna bagi banyak manusia lain. itulah Kerajaan Allah. Firman Allah berkembang dalam iringan dengan perkembangan manusia yang adalah tempat, wadah bertumbuh dan berkembangnya kerajaan Allah itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«