suplemenGKI.com

Minggu, 14 Juli 2019

13/07/2019

HIDUP KUDUS DAN BERBELA RASA

Lukas 10:29-37

 

Pengantar
Perumpamaan orang Samaria yang baik hati merupakan kisah yang sangat terkenal dan menginspirasi. Namun tahukah kita pesan yang hendak disampaikan Yesus dalam perumpamaan tersebut? Bahwa ada pesan yang sangat penting hendak disampaikan Yesus kepada ahli Taurat dan semua orang pada masa itu dan bahkan bagi kita dimasa sekarang.

Pemahaman

  • Ayat Ayat 30         : Apa yang terjadi dengan seorang Yahudi dalam perjalanan ke Yerikho ?
  • Ayat 31-32            : Adakah imam dan seorang Lewi menolongnya? Mengapa demikian?
  • Ayat 33-35            : Siapakah yang menolongnya?

Pertanyaan seorang ahli Taurat mengenai hidup kekal, mendorong Yesus untuk menyampaikan pengajaran tentang pentingnya keselarasan dalam melakukan hukum atau aturan TUHAN dengan mengasihi sesama. Yesus menyampaikan hal tersebut dalam sebuah perumpamaan. Perumpamaan tentang seorang Yahudi yang sedang mengalami kekerasan. Orang Yahudi itu dirampok dan dipukuli (ayat 30). Seorang imam dan seorang Lewi yang melihat hal itu tidak bersedia menolongnya (ayat 31-32). Harus dipahami bahwa imam dan seorang Lewi tidak bersedia menolong orang Yahudi yang terluka oleh karena hukum kenajisan yang berlaku. Yang menarik justru seorang Samaria yang akhirnya menolong orang Yahudi itu (ayat 32-35).

Sikap imam dan seorang Lewi dalam perumpamaan Yesus adalah gambaran orang-orang yang taat melakukan perintah TUHAN, namun mengabaikan sesamanya yang menderita. Sedangkan orang Samaria adalah pihak yang selalu dianggap tidak setia kepada Allah dan menyimpang dari ketetapan Allah. Namun mereka memiliki kepedulian terhadap sesamanya.

Perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati sesungguhnya hendak menyampaikan pesan bahwa adalah sebuah kesia-siaan apabila peraturan agama dikerjakan tetapi disisi lain mengabaikan orang-orang disekitarnya. Yesus mengajarkan pentingnya aturan agama dikerjakan sejalan dengan solidaritas.

Refleksi
Renungkanlah: Allah menghendaki setiap orang hidup melakukan aturan-aturan yang Allah sudah tetapkan. Aturan-aturan itu menolong setiap orang hidup dalam kekudusan. Namun Allah menghendaki umat juga membangun sikap solidaritas pada sesama.

Tekadku
Ya Tuhan, Ya Allah mampukan kami untuk menjaga kekudusan hidup kami namun juga memiliki kepekaan sosial. Sehingga kami juga peka dan peduli pada sesama kami khususnya pada mereka yang hidup dalam kesusahan.

Tindakanku
Menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak TUHAN kehendaki. Menolong sesama dalam kesusahan mereka.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«