suplemenGKI.com

KEMULIAAN-NYA YANG LUAR BIASA

Markus 9:1-9

 

Pengantar
Hari Minggu adalah hari beribadah kepada Tuhan. Pada masa sebelum pandemi, kita menyiapkan diri tidak hanya dengan membersihkan hati tetapi juga dengan membersihkan tubuh, berdandan, dan memakai pakaian yang rapi. Semua hal itu kita lakukan karena kita menghargai ibadah sebagai momen yang khusus, spesial, juga suci karena ibadah menjadi perjumpaan antara kita dengan Tuhan, dan juga sesama sebagai satu persekutuan yang erat. Sesungguhnya, hari Minggu bukan hanya tentang perjumpaan kita dengan Tuhan dan sesama, tetapi juga tentang kesiapan kita untuk menyaksikan kemuliaan Tuhan yang luar biasa. 

Pemahaman

  • Ayat 1-4               : Apa yang terjadi pada Yesus?
  • Ayat 5-9               : Bagaimana respons para murid pada saat itu?

Pada kesempatan kali ini, Yesus tidak banyak berkata-kata tentang apa yang sedang disaksikan oleh murid-murid-Nya. Pada peristiwa ini, peranan visual atau kesaksian melalui penglihatan menjadi sangat penting. Dalam kalender liturgi, peristiwa di dalam bacaan ini disebut dengan istilah transfigurasi, yang menekankan tentang kemuliaan Kristus. Kemuliaan Kristus juga membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias yang tengah dinantikan oleh banyak orang. Peristiwa transfigurasi menjadi peristiwa yang mengejutkan bagi para murid yang ada pada saat itu, yaitu Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Walaupun Yesus sebelumnya sudah banyak melakukan mukjizat, tetapi menyaksikan Yesus yang mengalami perubahan rupa dan disertai dengan pakaian-Nya yang menjadi sangat putih berkilat-kilat (ayat 2) menjadi hal yang mengejutkan bagi mereka.

Dalam peristiwa transfigurasi, muncul dua sosok nabi, yaitu Elia dan Musa. Kehadiran Elia dalam peristiwa itu menjadi tanda bahwa Elia yang naik ke surga juga ikut ambil bagian dalam peristiwa kemuliaan Kristus. Elia dianggap sebagai nabi yang mampu membawa banyak perubahan dalam iman bangsa Israel yang pada saat itu telah berbelok meninggalkan Tuhan. Kehadiran Musa dalam peristiwa itu merupakan perwujudan dari karya penyertaan Allah yang pernah dilakukan-Nya kepada Israel. Kehadiran Musa juga menegaskan bahwa seluruh janji dan nubuat dalam Taurat Musa berpuncak pada diri Yesus, sebab Dialah Sang Firman Allah. Musa dan Elia hadir sebagai saksi yang melihat kemuliaan Kristus, dan meneguhkan identitas diri Yesus selaku Mesias.

Para murid, khususnya Petrus merespons dengan perasaan bahagia namun juga takut, bahkan perasaan itu yang membuatnya ingin segera membuat tiga kemah. Akan tetapi muncul suara dari dalam awan “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia” (ayat 7) yang menjadi puncak dari peristiwa kemuliaan tersebut. Dengan adanya ucapan ini, tidak ada lagi keraguan akan Yesus Kristus sebagai Mesias yang hidup di tengah dunia. Pada waktunya, kemuliaan Kristus sebagai Mesias semakin lengkap ketika Ia masuk ke dalam masa-masa penderitaan, mati, lalu bangkit.

Refleksi
Di masa pandemi, mudah bagi kita untuk kehilangan rasa akan kemuliaan Tuhan. Ada begitu banyak persoalan yang harus kita hadapi, mulai dari persoalan keluarga, kesehatan, ekonomi, bahkan juga dalam berelasi dengan orang lain. Di sisi lain, masa pandemi juga memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat setiap kebaikan Tuhan yang pernah ia hadirkan di dalam kehidupan kita. Membangun disiplin rohani dapat menjadi cara bagi kita untuk memahami dan menyaksikan kemuliaan Kristus hadir di tengah kehidupan kita secara nyata. Hari ini kita diajak oleh Firman Tuhan untuk selalu dapat memuliakan Tuhan melalui rangkaian peristiwa di dalam kehidupan kita.

Tekadku
Tuhan, ajarkan saya untuk dapat selalu menyaksikan kemuliaan-Mu lewat berbagai peristiwa yang ada di dalam kehidupan ini. Dekatkanlah hidupku selalu pada-Mu lewat disiplin rohani yang mampu kami lakukan, lewat ibadah, doa, pujian, dan ucapan syukur yang selalu terarah kepada-Mu.

Tindakanku
Sebagai usaha untuk selalu memuliakan Tuhan, saya akan mulai menjaga disiplin rohani di hari Minggu ini dengan cara:

  1. Menentukan jam Ibadah Minggu yang akan saya ikuti.
  2. Beribadah dengan sopan, rapi, dan penuh khidmat kepada Tuhan walaupun saya melakukannya di rumah.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«