suplemenGKI.com

Lukas 4:1-13.

 

Menang Atas Pencobaan

Pengantar:
Tidak jarang kita berkeluh-kesah karena masalah yang dihadapinya. Di satu sisi berkeluh-kesah itu wajar, karena tidak semua orang siap menghadapi masalah. Namun di sisi lain, kita perlu menyadari bahwa selama kita hidup kita tidak akan pernah luput dari masalah. Salah satu bentuk masalah adalah pencobaan. Pencobaan umumnya bertujuan untuk kejatuhan, keburukan, penderitaan dan sumbernya dari segala yang jahat yang menunggangi keinginan kita (band Yak 1:13-15) Pencobaan bisa menyerang siapa saja, termasuk orang percaya. Hal yang penting adalah bagaimana respons kita terhadap pencobaan itu.

Pemahaman:

  1. Apakah yang menjadi latar belakang kisah penconaan yang dialami Yesus? (3:21-22)
  2. Apa saja yang menjadi sasaran iblis ketika mencobai Yesus?
  3. Bagaimana respons Yesus terhadap setiap pencobaan itu?

Setelah dibaptis Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun. Padang gurun ini terletak di daerah Yudea yang membentang sepanjang 30 km, dari sebelah timur dataran tinggi Yerusalem sampai ke sungai Yordan dan laut mati. Di sanalah Yesus berada selama 40 hari, dalam rangka mempersiapkan diri untuk kemudian melakukan karya penyelamatan-Nya.

Di padang gurun, Yesus puasa selama 40 hari. Secara manusia tentu Yesus mengalami kelaparan. Kondisi itu dimanfaatkan oleh iblis untuk mencobai Yesus. Tiga sisi yang diserang oleh iblis adalah: Pertama, iblis mencobai Yesus dengan memerintahkan-Nya mengubah batu menjadi roti. Iblis tahu bahwa Yesus sedang lapar, sehingga iblis berpikir akan dengan mudah dikendalikan. Kedua, iblis mencobai Yesus dengan menawarkan kekuasaan dan kemuliaan, iblis tahu bahwa saat itu Yesus baru akan memulai karya-Nya, sehingga mudah tergoda untuk menjadi terkenal dan poluper. Dan ke tiga, iblis mencobai Yesus dengan membujuk-Nya agar menjatuhkan diri dari posisi yang tinggi. Iblis mengusik kepercayaan diri Yesus. Namun tidak satupun pencobaan itu bisa menggoyahkan Yesus, semua bisa Yesus kalahkan dengan selalu berpegang pada Firman Tuhan. Saudara, tiga sisi lemah manusia adalah: kebutuhan, kekuasaan dan harga diri,  waspadalah tiga sisi itu, karena sisi itulah yang sering diserang oleh si jahat untuk menjatuhkan kita. Belajar dari Yesus, kitapun bisa mengatasinya, yaitu dengan selalu berpegang pada kuasa Firman Tuhan, niscaya kita akan menang atas pencobaan-pencobaan itu.

Refleksi:
Coba saudara Renungkanlah, pernahkah saudara dicobai melalui tiga sisi lemah saudara itu? Bagaimana respons saudara? Belajar dari pengalaman itu, ketika datang pencobaan lagi, hadapilah dengan bersandar pada kuasa firman Tuhan, niscaya saudara akan menang.

Tekad:
Tuhan, terkadang aku lemah dan mudah diserang oleh pencobaan. Terutama terkait dengan kebutuhan, kekuasaan dan harga diri. Tolonglah aku agar terus bergantung pada firman-Mu.

Tindakkan:
Mulai sekarang, setiap kali datang pencobaan, aku akan meresponinya dengan berpedoman dan bersandar pada kuasa firman Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«