suplemenGKI.com

Lukas 19:28-40

SAATNYA MENYUARAKAN DAMAI

PENGANTAR
Beberapa hari ke depan, yaitu pada tanggal 17 April 2019, kita akan menyelenggarakan Pemilu untuk memilih presiden dan anggota dewan. Pemilu ini penting karena akan menentukan masa depan kepemimpinan bangsa dan negara kita tercinta, Indonesia. Namun, persaingan dalam pemilu juga menempatkan kita semua pada situasi yang rawan konflik. Dalam hal ini, ada dua himbauan penting bagi kita semua. Pertama, marilah kita menggunakan hak pilih kita dengan bijak dan sungguh-sungguh. Kedua, marilah kita mengambil bagian dalam menjaga kerukunan dan kesatuan. Sebagai murid-murid Kristus, ketika suara-suara kebencian dan permusuhan semakin gencar, kita wajib menyuarakan perdamaian.

PEMAHAMAN

  • Ayat 28-34.  Menurut Anda, apakah Yesus dengan sengaja dan terencana memilih cara ini? Apa tujuan Yesus masuk kota Yerusalem dengan menggunakan cara ini?
  • Ayat 35-38. Apa yang dilakukan para murid ketika mereka mengiring Yesus?  Sebutkan minimal tiga hal berdasarkan ayat 35-38.  Menurut Anda, apakah mereka memahami maksud Yesus masuk Yerusalem dengan menunggang keledai?
  • Ayat 39-40. Bagaimana respon orang Farisi terhadap tingkah-laku para murid?  Mengapa mereka berkeberatan? (ay.39)  Apa arti jawaban Yesus atas keberatan mereka? (ay.40)

Sudah waktunya bagi Yesus untuk menyatakan diri-Nya sebagai Messias.  Dan, kali ini, Yesus tidak lagi menggunakan kata-kata, melainkan dengan tindakan yang mencolok.  Yesus telah mempersiapkan semuanya dengan baik.  Mengapa Yesus memilih menunggang keledai? Para raja sering menggunakan kuda atau keledai sebagai kendaraan mereka.  Kuda biasanya digunakan pada masa perang.  Keledai digunakan pada masa damai. Dengan menunggang keledai, Yesus mendeklarasikan diri-Nya sebagai Raja Damai.

Rangkaian tindakan para murid – yaitu  menghamparkan pakaian, membuat arak-arakan sambil memuji Allah, serta menyanyikan mazmur mesianik – menunjukkan bahwa mereka memang mengiring Yesus sebagai Mesias yang masuk kota Yerusalem. Orang-orang Farisi tentu saja juga memahami maksud iring-iringan ini.  Itulah yang membuat mereka tidak senang hati.  Mereka sangat berkeberatan jika Yesus disambut sebagai Mesias. Jawaban Yesus kepada mereka menegaskan sekali lagi bahwa memang sudah waktunya karya mesianik-Nya dinyatakan. Damai harus dihadirkan, meski dengan risiko yang menghadang di depan mata.

REFLEKSI
Suara-suara penuh kebencian dan permusuhan mudah tersebar, baik di media sosial maupun dalam percakapan. Apakah Anda juga ikut menyebarkannya?

TEKADKU
Ya Tuhan, mampukanlah menyuarakan damai-Mu, melalui perkataanku maupun media sosial.

TINDAKANKU
Selama tiga hari ke depan, melalui media sosial dan dalam percakapanku, aku akan membagikan Firman Tuhan atau kata-kata yang membawa damai kepada minimal sepuluh orang.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«