suplemenGKI.com

MENJADI GEMBALA

Yohanes 21: 15-19

 

Pengantar
Seorang nenek berusia 98 th, badannya sudah lemah karena sakit.  Dia menyadari hidupnya tidak akan lama lagi.  Dia berkata kepada pendeta yang saat itu mengunjunginya: “Pak pendeta bila aku dipanggil TUHAN dan ditanya padaku dimanakah domba dombaKU?  Apa jawabku, sebab dua anakku telah meninggalkan Yesus”.  Pendeta tertegun sejenak, terharu sebab menjelang akhir hidupnya ibu ini masih menyadari panggilan sebagai pengikut Kristus.

 Pemahaman

  • Apa yang menjadi percakapan antara Tuhan Yesus dengan Petrus? (ayat 15-17) 
  • Bagaimana Tuhan Yesus menggambarkan hidup Petrus dimasa datang? (ayat 18-19) 

Kemarin kita merenungkan bagaimana Tuhan Yesus menampakkan diri kepada para murid.  Dan di ayat 15-17 Tuhan Yesus mengajukan pertanyaan kepada Petrus sampai tiga kali.  Dia ingin memulihkan hubungan Petrus, setelah  tiga kali dia menyangkal sebagai murid Yesus.  Maka tiga kali juga Tuhan memberi kesempatan kepada Petrus untuk menyatakan kasihnya.  Dia membuka pintu kasih-NYA agar Petrus kembali kepada-NYA

Setelah Petrus kembali menyatakan komitemen kasih-Nya maka dia dipercaya Tuhan untuk “menggembalakan domba-domba-NYA.  Tugas ini tentu tidak mudah.  Oleh sebab itu Tuhan memberi gambaran tantangan yang di hadapi Petrus (ay.18-19).  Namun Tuhan tetap memberi jaminan pada Petrus dengan berkata “Ikutlah Aku”.  Perkataan Tuhan ini memiliki makna bahwa bersama DIA, Petrus akan mampu mengatasi segala situasi dan keadaan.  Kehadiran Yesus setelah kebangkitan-Nya membuktikan bahwa Dia hidup merubah Petrus dari seorang pengecut dan penakut menjadi seorang pemberani yang penuh kasih dan penuh komitmen menyerahkan hidup untuk memuliakan Tuhan.

Siapakah domba-domba-Ku?  Domba-domba Tuhan adalah juga keluarga dan orang-orang di sekitar kita.  Sebagai murid-murid-Nya maka setiap kita adalah gembala bagi orang-orang yang Tuhan tempatkan ada di sekitar kita.  Setiap murid-Nya mempunyai tanggungjawab menjaga mereka agar tidak tersesat dalam arus dunia dan meninggalkan-NYA.  Tugas  ini tidak mudah, penuh tantangan dan pengorbanan, namun Tuhan memberi jaminan kekuatan asal kita setia mengikut Dia, Sang Gembala Agung.

Refleksi
Marilah kita berdiam diri sejenak, kita intropeksi diri, apakah kita siap memperbarui komitmen kasih kita kepada Tuhan?  Siapapun kita, sudahkah kita menjadi gembala bagi orang-orang di sekitar melalui kasih dan perhatian kita?  Berapa banyak domba-domba Tuhan yang tersesat, yang sudah kita bimbing kembali kepada-NYA?

Tekadku
Bapa sorgawi hari ini aku mau menyatakan bahwa aku sungguh mengasihi Engkau.  Mulai hari ini aku akan mengingat tugasku untuk menjadi gembala bagi keluarga dan orang-orang di sekitarku.

Tindakanku
Dalam seminggu ini minimal dapat kutemukan satu orang yang  telah jauh dari Tuhan dan membimbingnya kembali kepadaNya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«