suplemenGKI.com

IMAN DI TENGAH ZAMAN 

Lukas 12:54-56; Ibrani 12:1-3

 

PENGANTAR
Dalam kehidupan sehari-hari, apakah yang menjadi bukti bahwa seseorang itu milik Tuhan dan beriman kepada-Nya?  Tentu saja dapat dilihat dari pola atau gaya hidupnya yang merupakan buah dari sikap iman kepada-Nya.  Dalam perikop ini Tuhan Yesus menegur kehidupan orang-orang yang tidak membuktikan buah dari imannya dalam menilai dan menghadapi zaman.  Mari kita pelajari perikop ini!

PEMAHAMAN

Lukas 12:54-56   : Sikap orang beriman seperti apakah yang ditegur Yesus?

Ibrani 12:1-3        : Sikap seperti apakah yang seharusnya diaplikasikan dalam kehidupan sebagai bukti iman kepada-Nya?

Bagaimana saudara sebagai orang percaya membuktikan iman dalam kehidupan?

Lukas 12:54-56 dikatakan Yesus setelah Dia menyatakan tentang kehadiran-Nya membawa penghakiman di akhir zaman.  Dia akan memisahkan siapa milik-Nya dan yang bukan milik-Nya.  Oleh sebab itu, setiap orang percaya seharusnya membuktikan iman di tengah zaman.    Dalam konteks seperti itulah kemudian Tuhan Yesus menegur orang banyak yang menyangka asal sudah menampilkan gaya saleh hidupnya pun sudah saleh.  Dia menyebut mereka orang-orang munafik, yang hanya tahu membedakan musim, tetapi tidak mengerti kebenaran, apalagi mengerti kalau kebenaran itu sudah diselewengkan (ay.54-56).  Tuhan Yesus menegur kemunafikan mereka lebih lanjut dengan menunjukkan betapa mereka tidak memiliki kebenaran.  Perlunya pemerintah ikut mengadili membuktikan bahwa mereka tidak memiliki kebenaran (ay.57-59).

Dalam Ibrani 12:1-3 juga menjelaskan sikap etis yang dikehendaki Allah adalah hidup orang beriman seharusnya mengalami hidup yang baru dengan pola dan sistem nilai serta spiritualitas yang memuliakan Allah.  Hidup baru tersebut seharusnya dinyatakan dengan kesediaan diri untuk meninggalkan segala beban dan dosa yang selama ini merintangi langkah hidup di hadapan Tuhan dan sesama (ay.1).  Hidup baru juga seharusnya dinyatakan dengan kesediaan berlomba dengan tekun untuk mencapai tingkat kerohanian yang semakin dewasa dan melakukan segala sesuatu dengan hidup berfokus kepada Kristus Sang Penuntun kehidupan (ay.2a).  Tuhan Yesus menasihati agar orang percaya memiliki ketekunan dan berpengharapan ketika harus memikul salib-Nya (ay.2b).  Dia menekankan bagaimana pentingnya menghasilkan buah dalam kehidupan, bukan sekadar menampilkan diri agar tampak benar tetapi ada buah-buah yang nyata dalam kehidupan.

REFLEKSI
Mari kita merenungkan: Orang bisa menampilkan diri seolah sebagai orang benar atau saleh tetapi buah-buah perbuatannyalah yang pada akhirnya membuktikan siapa dia!  Bukan performa tetapi buah.

TEKADKU
Tuhan tolong saya agar membuktikan iman dalam kehidupan bukan menampilkan diri seolah menjadi orang benar tetapi tolong saya agar menghasilkan buah dalam kehidupan.

TINDAKANKU
Hari ini aku akan membuktikan iman melalui …… (mengampuni dengan tulus kepada siapapun bukan karena agar mendapat keuntungan dari orang yang saya ampuni, kesabaran, dll) di manapun saya berada.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«