suplemenGKI.com

Yosua 3:7-17

TERARAH KEPADA ALLAH

PENGANTAR
Dalam bacaan kemarin kita telah melihat bagaimana orang-orang Israel mempersiapkan diri mereka untuk melihat perbuatan ajaib yang akan dilakukan Tuhan di tengah-tengah mereka.  Para imam yang bertugas mengangkat tabut perjanjian itu juga diberitahu apa yang harus mereka lakukan, dan mereka pun mempersiapkan diri mereka. Dalam bacaan hari ini kita akan melihat bagaimana penyeberangan itu dilakukan.  Yosua, para imam, para pemimpin suku, dan seluruh orang Israel melihat perbuatan ajaib yang Tuhan lakukan bagi mereka.  Namun, perhatian mereka seharusnya tidak berhenti pada mukjizat yang tersebut.  Ada sesuatu yang lebih penting daripada hanya mengalami mukjizat.

PEMAHAMAN

  • Ayat 7-8.        Berhubungan dengan regenerasi kepemimpinan, dari Musa kepada Yosua, Tuhan mempunyai tujuan khusus dalam penyeberangan ini.  Tujuan apakah itu?  Untuk kepentingan siapakah hal ini: Yosua atau orang-orang yang dipimpinnya?
  • Ayat 9-13.      Di samping memberitahukan apa yang harus mereka lakukan, Yosua juga memberitahukan apa yang harus mereka pelajari dari peristiwa ini.  Hal apa saja yang harus mereka pelajari tentang Allah?
  • Ayat 14-17     Bandingkan peristiwa ini dengan Keluaran 14:21-22, 31.  Melihat peristiwa yang serupa itu, apa yang mereka pikirkan tentang Yosua?  Apa yang mereka lihat tentang Tuhan?

Kitab Yosua diawali dengan penunjukan Tuhan kepada Yosua untuk meneruskan peran Musa memimpin bangsa Israel berjalan masuk ke negeri yang telah dijanjikan-Nya (1:1-4).  Mandat itu kemudian juga disusul dengan janji Tuhan kepada Yosua, “… seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau;” (1:5).  Tidaklah cukup bila pemberian mandat dan janji penyertaan itu hanya didengar dan diketahui oleh Yosua sendiri.  Segenap bangsa Israel harus tahu bahwa Yosualah yang ditunjuk untuk menggantikan Musa, dan bahwa Tuhan menyertainya.  Karena itulah Tuhan menggunakan kesempatan ini untuk membesarkan nama Yosua di mata seluruh orang Israel.  Ketika mereka melihat air sungai Yordan tersibak sehingga mereka bisa menyeberang di tanah kering, tentu mereka akan teringat pada pengalaman yang serupa di laut Teberau.  Mereka akan tahu bahwa Tuhan menyertai Yosua seperti Dia menyertai Musa.

Bagi Yosua, tentu sangatlah penting mendapat pengakuan seperti itu.  Namun, ada yang lebih penting baginya: orang Israel harus melihat bahwa Allah yang hidup ada di tengah-tengah mereka dan bertindak bagi mereka.  Yosua bukanlah seorang pemimpin egois yang berjuang untuk kewibawaannya sendiri. Dalam penyeberangan ini setiap bagian umat Israel mempunyai peranan masing-masing.  Mereka harus setia mengerjakan bagian mereka, dan pandangan mata mereka harus tertuju ke arah yang sama: Allah yang hidup.

REFLEKSI
Seorang pemimpin Kristen yang sejati selalu mengarahkan mata orang-orang yang dipimpinnya kepada Allah, bukan kepada dirinya sendiri.

TEKADKU
Tuhan, ampunilah aku apabila keegoisan masih menyelinap di dalam pelayananku, baik di tengah keluarga, gereja, maupun masyarakat.

TINDAKANKU
Dalam waktu yang terdekat, aku akan mengevaluasi pelayananku (baik di keluarga, gereja, maupun masyarakat) dan memperbaiki sikap dan caraku dalam melayani mereka.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*