suplemenGKI.com

Mengapa Petrus ditegur begitu keras?

Markus 8:31-38

Pengantar

Kita tentu tahu beberapa orang yang menjadi tokoh heroik rakyat Indonesia karena sikap mereka. Mereka pernah dipenjara, dianiaya atau bahkan kehilangan nyawa karena karya atau sikapnya mengritik dan dianggap melawan pemerintah Indonesia yang sah pada masanya masing-masing. Pada masa pemerintahan Belanda yang lama di Indonesia malah mungkin lebih banyak lagi. Tiap orang yang belajar sejarah Indonesia tentu tahu itu. Coba bayangkan, bagaimana jadinya kalau orang-orang itu dulu tidak melakukannya?

Pemahaman

Ay. 31-34    : Siapakah yang dimaksud dengan “mereka” dalam ayat 31? Apakah “mereka” itu terkait dengan orang-orang yang disebut dalam ayat 34?

Ay. 34-38   : Mengapa Kristus memberitahukan resiko dalam mengikut Dia? Mengapa pula Dia menegur Petrus dengan keras?

Tidak dapat kita pastikan apakah peristiwa di sini terjadi langsung setelah peristiwa di ayat 27-30. Namun “orang banyak dan murid-murid-Nya” di ayat 34 nampak memerinci siapa “mereka” di ayat 31. Di samping murid-murid tetap-Nya, ada banyak orang lain ikut mendengarkan-Nya. Dia berbicara “dengan terus terang” (ay. 32) juga memperjelas bahwa di sini pengajaran-Nya lebih terbuka. Sikap-Nya di sini malah mungkin terkesan berlawanan dengan sikap-Nya di ayat 27-30.

Yesus sesungguhnya menyadari sikap dan prinsip-Nya tidak dapat diterima justru oleh berbagai golongan pemimpin rakyat-Nya sendiri masa itu. Orang-orang itu menganggap rendah Dia dan menolak ajaran-Nya, bahkan banyak menyusahkan dan membuat-Nya dianiaya. Dia mau para pengikut-Nya menyadari hal itu.

Petrus yang mungkin cemas mendengarnya, langsung berusaha mencegah Gurunya meneruskan perkataan-Nya. Semua orang yang mendengarkan-Nya di situ mungkin sebenarnya setuju dengan Petrus. Namun reaksi sang Guru mungkin membuat Petrus terperanjat. Istilah yang dipakai untuk Yesus “memarahi” murid-Nya itu sebenarnya sama dengan untuk Petrus “menegur” sang Guru, dan sama pula artinya. Namun nampak ada pertentangan sikap dan pandangan antara Guru dan murid-Nya itu. Sang Guru pun perlu menegaskan bahwa harapan manusia tentang Penyelamat adakalanya berbeda dengan rancangan Allah.

Sang Guru memandangi orang-orang yang tadinya juga ikut mendengarkan-Nya, waktu menegur keras Petrus. Dia tahu mereka mengharapkan-Nya. Dia pun memanggil mereka dan selanjutnya mengatakan hidup bagaimana yang akan mereka alami kalau mengikuti cara hidup-Nya.

Refleksi

Pernahkah anda merasa ditegur begitu keras oleh Tuhan? Apa sebenarnya yang anda harapkan dari Tuhan dalam hidupmu?

Tekad

Menyadari sungguh-sungguh bahwa keinginanku sebagai manusia tidak selalu selaras dengan yang Allah inginkan.

Tindakan

Mencari dan berusaha mengenali apa sesungguhnya kehendak Allah atas hidupku dan sesamaku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*