suplemenGKI.com

Bacaan : Lukas 17:11-19

 

TAHU BERTERIMA KASIH

 

PENGANTAR
Orang Yahudi memandang penyakit kusta sebagai kutukan Tuhan, sehingga keberadaannya adalah najis, oleh sebab itu orang kusta hidup dalam pengasingan dan tidak diperbolehkan bergaul/berhubungan dengan orang sehat, bahkan dalam sebuah peraturan disebutkan bahwa mereka diperbolehkan berdiri dengan jarak minimal 45 meter dengan orang sehat. Hidup dalam keterasingan seperti ini membuat mereka (kelompok orang kusta) senasib sepenanggungan, mereka tidak peduli akan latar belakang dan asal usul. Karena mereka sama-sama najis dan tidak dipedulikan orang lain, lalu siapa yang peduli kepada mereka?

PEMAHAMAN

  1. Apa yang dilakukan sepuluh orang kusta tersebut ketika mereka melihat Yesus? (ayat 11-13)
  2. Apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus? (ayat 14)
  3. Dari sepuluh orang kusta yang disembuhkan, berapa yang kembali kepada Tuhan Yesus untuk berterima kasih? (ayat 15-19) Kemana yang lain?

Hidup bersama ditempat pengasingan membuat kesepuluh orang kusta tersebut senasib-sepenanggungan, mereka selalu bersma-sama dalam berbagai hal. Tidak diceritakan secara rinci dari mana mereka mendengar karya pelayanan Tuhan Yesus, mungkin saja salah satu dari mereka pernah mendengar tentang Tuhan Yesus, sehingga pada saat Tuhan Yesus melewati tempat pengasingan tersebut, mereka dari jarak yang agak jauh memohon belas kasihan Yesus, “Guru, kasihanilah kami.” Tuhan Yesuspun menjawab mereka, “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Jawaban Tuhan Yesus ini adalah jawaban pertolongan, karena orang yang sakit kusta, apabila ada yang sembuh, ia akan diperiksa oleh imam untuk menyatakan bahwa penyakit kustanya sudah sembuh, jadi dengan berkata demikian sebenarnya Tuhan Yesus telah menyembuhkan penyakit mereka, sehingga mereka perlu imam untuk diperiksa, untuk menyatakan kesembuhannya.

Betapa senangnya mereka mendapat kesembuhan dari Tuhan Yesus. Rasa senang itu harus diungkapkan kepada Tuhan melalui ucapan syukur dan terima kasih. Namun dari sepuluh orang yang disembuhkan hanya satu orang yang kembali kepada Tuhan untuk berterima kasih, sedangkan yang sembilan orang tidak berterima kasih. Itulah manusia, pada saat berada dalam kesulitan yang pahit, ia berdoa dengan sungguh-sungguh, tetapi ketika masa itu telah lewat dan Tuhan mendengar doanya, maka ia segera melupakan Tuhan.

Kita juga sering tidak berterima kasih kepada Tuhan. Tuhan sudah memberikan PutraNya untuk menebus dosa kita, Tuhan selalu melakukan kebaikan dan memberikan anugerah kepada kita, tetapi kita tidak berterima kasih kepadaNya. Seharusnya kita berterima kasih kepada Tuhan atas segala kebaikanNya, seperti Mazmur 103:2 katakan, “Pujilah Tuhan, hai jiwaku dan janganlah lupakan segala kebaikanNya.” Ayo kita lakukan!

 REFLEKSI
Jawablah dengan jujur pertanyaan ini, seberapa banyak dan sering saudara menerima kebaikan/pertolongan Tuhan? Pernahkah saudara berterima kasih atas kebaikan Tuhan?

TEKADKU
Ya Tuhan ajarlah saya untuk selalu berterima kasih atas setiap kebaikanMu

 TINDAKANKU
Mulai hari ini saya akan berterima kasih setiap kali saya menerima kebaikan/pertolongan Tuhan atau dari orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*