suplemenGKI.com

Minggu, 13 Mei 2012

12/05/2012

Yohanes 15:18-27

 

Dunia Membenci Sahabat Kristus

 

Kalau kemarin kita merenungkan arti persahabatan yang sarat dengan hubungan kasih, hari ini kita merenungkan sebuah hubungan yang bermuatan kebencian.

- Apakah Saudara pernah atau sedang berada dalam hubungan yang bermuatan kebencian (mis. dibenci atau membenci)? Bagaimana perasaan Saudara?

- Mengapa dunia membenci para sahabat Kristus?

 

Renungan

Setelah memberikan wejangan tentang bagaimana seharusnya pola hubungan sesama sahabat Kristus, maka Kristus kemudian memberikan peringatan tentang kebencian yang akan mewarnai hubungan para sahabat Kristus dengan dunia. “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu” (ay. 18).

Pada masa penulisan injil Yohanes ini, para sahabat Kristus telah mengalami aniaya. Barclay mengemukakan lima alasan mengapa para sahabat Kristus dianiaya pada waktu itu. Pertama, karena mereka dikatakan pemberontak. Pada jaman itu masyarakat menganggap Kaisar adalah Tuhan. Tapi  para sahabat Kristus tidak mau mengakui siapapun sebagai Tuhan, kecuali Kristus. Sikap ini dapat dianggap fanatis kaku, sebab pada jaman itu ada kebiasaan satu tahun sekali orang membakar dupa bagi Kaisar, dan setelah itu orang boleh menyembah dewa manapun sesuka hati mereka masing-masing. Namun para sahabat Kristus yang sejati tetap tidak mau. Kedua, mereka dikatakan kanibal. Tuduhan ini didasarkan atas kata-kata dari sakramen perjamuan, “Inilah tubuh-Ku yang dipecahkan bagimu. Cawan minuman ini adalah perjanjian baru dalam darah-Ku”. Ketiga, karena mereka dikatakan melakukan perbuatan immoral (asusila) yang menyolok. Perjamuan mingguan bersama orang-orang Kristen disebut “Agape”, perjamuan kasih. Bila orang Kristen saling bertemu, mereka saling menyambut dengan memberikan ciuman perdamaian. Keempat, karena mereka dikatakan pembakar. Para sahabat Kristus menantikan kedatangan Kristus yang kedua, dan itu dihubungkan dengan semua gambaran Perjanjian Lama mengenai Hari Tuhan, yang menubuatkan tentang kebinasaan dunia dalam api (bd. 2Pe. 3:10). Kelima, karena mereka dianggap merusak hubungan keluarga. Hal ini didasarkan pada ajaran Kristus yang mengatakan, “”Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, 36  dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya” (Mat. 10:34-35).

Data di atas membuktikan bagaimana iman Kristen disalahmengerti, tetapi para sahabat Kristus yang sejati tetap setia untuk hidup dalam ketaatan. Pada waktu para sahabat Kristus ini mempertahankan imannya, mereka bukan hanya harus siap untuk mati bagi Kristus, tetapi juga harus siap untuk hidup bagi Kristus. Bila mereka tertangkap, maka mereka harus siap dihukum mati dengan berbagai macam cara. Tapi bila mereka tidak tertangkap, resikonya tidak kalah mengerikan, karena mereka harus hidup kucing-kucingan bagai pelarian. Mereka hidup dengan tanpa kenyamanan dan keamanan. Lalu, bagaimana dengan kita sekarang?

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«