suplemenGKI.com

Yohanes 12:1-8

Hati yang Dipersembahkan kepada Allah

 

PENGANTAR
Teks dalam bacaan memperlihatkan dua tokoh yang memiliki sikap bertolak belakang. Kedua tokoh dalam bacaan yang dimaksudkan adalah Maria dan Yudas Iskariot. Kedua tokoh ini sama-sama mengenal Yesus.  Maria adalah saudari Lazarus yang dibangkitkan oleh Yesus dari kematian, sedangkan Yudas Iskariot adalah murid kepercayaan Yesus yang kepadanya dipercayakan pengelolaan keuangan. Lalu dimanakah letak perbedaan keduanya? Dan apa yang telah mereka perbuat?

PEMAHAMAN

Yohanes 12:1-3       Apakah yang diperbuat oleh Maria ketika Yesus datang ke Betania yang menjadi tempat tinggal Lazarus?

Yohanes 12:4-6       Bagaimanakah respon Yudas Iskariot melihat perbuatan Maria?

Yohanes 12:7-8       Bagaimanakah respon Yesus?

Saat Yesus datang berkunjung ke rumah Lazarus, Maria saudarinya, menghampiri Yesus dan membasuh kaki Yesus dengan minyak narwastu. Minyak narwastu bukanlah minyak biasa yang harganya sangat murah. Minyak narwastu adalah minyak yang mahal harganya, sehingga tidak mengherankan jika wangi minyak itu semerbak memenuhi ruangan (ayat 3).

Yudas Iskariot memperhatikan apa yang dilakukan oleh Maria dan menyampaikan kritiknya. Yudas Iskariot tidak setuju atas tindakan Maria yang dianggapnya menghamburkan uang. Bagi Yudas Iskariot menjual minyak narwastu itu lebih bermanfaat ketimbang digunakan untuk meminyaki kaki Yesus. Menurut Yudas uang yang diperoleh dari penjualan minyak itu bisa diberikan untuk orang miskin (ayat 5). Kritik dan saran yang disampaikan oleh Yudas ternyata tidak sejalan dengan tindakannya. Teks bacaan menyampaikan informasi bahwa Yudas tidak bermaksud untuk memperlihatkan kepeduliannya terhadap orang miskin, namun karena ia adalah seorang pencuri. Dia sering mencuri uang dari kas yang dipercayakan kepadanya (ayat 6).

Yesus menyikapi tindakan Maria dengan sedikit berbeda. Yesus menanggapi tindakan Maria secara positif sembari menyampaikan sebuah pesan simbolik. Ucapan Yesus pada ayat ke 7 dan 8 merupakan sebuah peringatan akan penderitaan dan kematian-Nya yang akan segera tiba.

Jika memperhatikan kedua tokoh didalam teks bacaan, Maria dan Yudas Iskariot, maka akan dengan mudah ditemukan perbedaan diantara keduanya. Maria memperlihatkan kasih-Nya yang tulus kepada Yesus dengan cara membasuh kaki Yesus dengan minyak yang mahal. Hal ini dilakukannya bukan tanpa alasan, ayat 1 dalam bacaan memperlihatkan bahwa Lazarus saudara Maria telah dibangkitkan oleh Yesus dari kematian. Ada unsur ungkapan syukur yang diperlihatkan Maria melalui pembasuhan kaki Yesus. Hal ini berbeda dengan Yudas Iskariot. Yudas adalah murid kepercayaan Yesus. Namun Yudas justru menyalahgunakan kepercayaan-Nya. Yudas juga pandai dalam berkata-kata, namun yang dikatakannya itu tidak sejalan dengan isi hatinya bahkan perbuatannya.

REFLEKSI
Sudahkah saya memiliki sikap seperti Maria? Ataukah selama ini sikap hidup saya memperlihatkan sikap seperti Yudas Iskariot?

TEKAD
Belajar untuk hidup dalam ketulusan dan selalu mempersembahkan yang terbaik bagi Allah

TINDAKAN
Memperlihatkan kasih yang tulus kepada Allah dan sesama dalam kehidupan sehari-hari

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«