suplemenGKI.com

Matius 13:18-23

 

Hati Yang Mengerti Menerima Firman Tuhan

Pengantar:
Hari ini kita memfokuskan pada aspek yang lebih spesifik yaitu hati yang mengerti menerima firman Tuhan. Seringkali unsur mengerti firman Tuhan itu harus didapatkan melalui belajar firman secara mendalam (sekolah teologi) Namun sesungguhnya untuk dapat mengerti firman Tuhan adalah menyangkut kerelaan, kerendahan hati dan kebersandaran kepada Tuhan sang empunya firman.

Pemahaman:

  1. Mengapa Yesus menekankan bahwa ketika seseorang menerima benih firman dengan dasar mengerti, maka progresnya akan mengakar, keyakinan kemudian berbuah?
  2. Rindukah saudara, firman Tuhan berbuah dan menghasilkan bauh dalam hidup saudara?

Dalam Matius 13:18-23 ini, Yesus memberikan kejelasan atas kiasan yang disampaikan-Nya dalam empat pengertian: (1) Benih yang jatuh di pinggir jalan: menggambarkan orang yang menerima tidak mengerti dan dirampas oleh si jahat, (2) Benih yang jatuh di tanah yang berbatu: orang menerima dengan antusias tetapi situasi tidak kondusif bagi injil berakar cukup kuat. Karena itu ketika penganiayaan dan penindasan datang lalu orang murtad. (3) Benih yang jatuh di semak duri – tidak sempat tumbuh karena berbagai himpitan seperti kekuatiran, dan godaan kekayaan, dan (4) yang jatuh di tanah yang baik kemudian menghasilkan sekian ratus kali lipat. Dalam hal ini penulis hendak menstimulasi para pembacanya untuk menjadi tanah yang baik dalam pengertian “Mengerti” yang menyangkut kerelaan, kerendahan hati dan kebersandaran kepada firman Tuhan yang disampaikan. Tanpa melihat dan terpengaruh oleh situasi dan kondisi yang terjadi. Ketika ada kerelaan, kerendahan hati dan kebersandaran kepada firman Tuhan yang ditaburkan maka kita telah memberikan keleluasaan bagi benih firman untuk tersemai dengan baik dalam hati kita. Kita tidak dikendalikan oleh faktor eksternal yang mengganggu maupun faktor internal yang memberontak ketika menerima firman Tuhan. Sikap itulah yang dikehendaki oleh Tuhan ketika kita menerima firman Tuhan, sehingga firman Tuhan itu akan bertumbuh dan berbuah dalam hidup kita. Firman Tuhan akan bertumbuh, berbuah dalam hidup  jika ada kerelaan, kerendahan hati, kebersandaran kepada firman itu.

Refleksi:
Kita perlu mengerti fiman Tuhan dalam pengertian: kerelaan, kerendahan hati dan kebersandaran kepada setiap firman Tuhan yang kita baca, renungkan dan dengarkan agar firman itu bertumbuh, berbuah dan mengubah hidup kita.

Tekad:
Tuhan, seringkali saya tidak rela, tidak rendah hati dan tidak bersandar pada firman Tuhan yang diberitakan, akibatnya saya tidak bisa bertumbuh dalam firman dan tidak ada kedamaian dalam hidup saya. Tolong saya agar lebih rela, rendah hati dan bersandar pada firman-Mu.

Tindakan:
Saya harus belajar untuk rela, rendah hati dan bersandar pada setiap firman Tuhan yang diberitakan. Baik melalui renungan pribadi, maupun dalam ibadah secara komunal agar saya bertumbuh dalam firman.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«