suplemenGKI.com

KEHADIRAN YANG BERDAMPAK

Lukas 3:21-22

 

Pengantar
Di sebuah daerah, tinggallah seorang penduduk baru bersama dengan istri dan kedua anaknya. Kehidupan mereka tergolong sangat berkecukupan. Namun hal ini tidak membuat mereka lupa diri. Mereka justru berbaur dengan masyarakat dan sering membantu para tetangga yang membutuhkan pertolongan. Kehadiran mereka sangat berpengaruh dalam kehidupan bermasyarakat, meskipun status keluarga mereka berbeda dari penduduk yang lainnya. Saudara, cerita tersebut merupakan gambaran kehidupan seseorang yang rela melepaskan kedudukannya untuk mau memberikan hidup yang berdampak bagi orang-orang di sekitarnya.

Yesus Kristus datang ke dalam dunia dan menjelma menjadi manusia. Bahkan ketika Ia hadir di dunia, Ia juga harus mengikuti peraturan-peraturan yang ada. Termasuk Ia juga harus dibaptis. Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 21-22    : Mengapa Yesus harus dibaptis?
  • Ayat 22          : Apa yang terjadi ketika Yesus dibaptis?

Bagian ini merupakan lanjutan dari bacaan kemarin. Kemarin kita telah merenungkan bersama bagaimana Yohanes Pembaptis bertugas untuk menyerukan berita pertobatan dan melakukan pembaptisan. Ketika itulah, Yesus datang dari Nazaret di tanah Galilea untuk dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan (lihat Markus 1:9). Sebenarnya Yesus tidak memerlukan dibaptis, karena baptisan Yohanes adalah baptisan pertobatan dan Yesus sama sekali tidak berdosa. Jika kita perhatikan dalam bagian Injil lain (lihat Matius 3:14), sesungguhnya Yohanes mencegah Yesus untuk mengikuti baptisan. Tetapi Yesus tetap melakukannya. Mengapa demikian? Yesus dibaptis untuk menggenapkan seluruh kehendak Allah. Bahkan dengan pembaptisan-Nya, maka Ia telah menyatukan dirinya menjadi sama dengan manusia. Ketika Ia menjelma menjadi manusia, Ia rela untuk mengikuti aturan-aturan yang ada. Dan hal yang terjadi ketika Yesus dibaptis adalah langit terbuka dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya dan terdengar suara: “Engkaulah Anak-ku yang Kukasihi, kepadaMu-lah aku berkenan” (ayat 22). Ini menunjukkan bahwa pada saat Yesus dibaptis, ketiga pribadi dari Allah Tritunggal itu ditunjukkan.

Kristus telah turun ke dalam dunia dan menjelma menjadi manusia hanya demi kita manusia yang berdosa. Ia rela mengosongkan diri-Nya dan tunduk pada aturan-aturan manusia. Kehadiran-Nya begitu berdampak bagi orang banyak. Ia turut merasakan penderitaan serta kelemahan manusia. Ia adalah Anak Allah yang tahu keberadaan dan pergumulan umat manusia.

Refleksi
Menjadi anak-anak Tuhan adalah suatu anugerah bagi kita. Jika Kristus telah rela mengosongkan diri-Nya, menyatu dengan manusia, dan memberi dampak yang berarti, bagaimana dengan kita? Apakah kehadiran kita sebagai murid Kristus telah berdampak bagi orang-orang sekitar? Ataukah kita masih mempertahankan apapun yang melekat dalam diri kita?

Tekadku
Tuhan, ampuni bila aku tidak mensyukuri anugerah kehidupan yang Kau berikan. Ajarku untuk menjadi pribadi yang berdampak dan memancarkan kasih-Mu bagi orang-orang di sekitarku.

Tindakanku
Hari ini aku akan melakukan tindakan kasih yang berdampak kepada salah seorang tetanggaku…. (sebutkan)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«