suplemenGKI.com

Lukas 3:21-22

 

Kemuliaan Tuhan Nyata dalam Solidaritas

 

Pengantar
“Allah mengerti, Allah peduli, segala persoalan, yang kita hadapi……” demikianlah bunyi sepenggal syair lagu rohani populer. Tapi sejauh mana Allah benar-benar mengerti dan peduli atas pergumulan kita, orang berdosa? Hal inilah yang menjadi poin perenungan kita hari ini.

 

Pemahaman
Mengapa Kristus berada di antara orang banyak dan turut serta dalam baptisan Yohanes? Apakah makna baptisan Kristus bagi kita?

Kemarin kita merenungkan tentang baptisan Yohanes, dan kita memahami bahwa makna baptisan Yohanes adalah pertobatan. Hari ini kita membaca tentang Kristus yang juga dibaptis oleh Yohanes. Tentu ada pertanyaan yang muncul, “Apakah Kristus berdosa sehingga perlu mengikuti baptisan pertobatan yang dilakukan Yohanes?” Alkitab dengan tegas menyatakan bahwa Kristus tidak berdosa. “Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya” (1Pe. 2:22). Keberadaan Kristus di antara orang banyak dan turut sertanya Kristus dalam baptisan Yohanes bukanlah karena Ia telah berbuat dosa, melainkan karena Ia sedang menyatakan kerelaan-Nya untuk diperlakukan sama seperti orang berdosa.

Mungkin kita pernah mendengar kisah tentang adanya seorang raja yang menyamar menjadi rakyat biasa agar dapat mengenali kehidupan rakyat yang dipimpinnya. Lalu betapa terkejutnya sang raja itu tatkala melihat kemiskinan, penindasan dan ketidakadilan terjadi di mana-mana. Padahal biasanya ia mendapat laporan bahwa kehidupan rakyat di negeri yang dipimpinnya itu baik-baik saja. Karena itu, sekembalinya raja tersebut ke istana, ia segera mengambil tindakan-tindakan konkrit untuk menolong rakyat yang dipimpinnya.

Demikianlah halnya dengan Kristus. Dia adalah Sang Raja yang rela menjalani kehidupan sebagai manusia berdosa. Akan tetapi tujuannya bukanlah agar Dia memahami situasi yang sesungguhnya, sebab Dia adalah Allah yang mahatahu. Kesediaan-Nya untuk diperlakukan sebagai orang berdosa adalah wujud solidaritas Ilahi-Nya sehingga kita dapat dengan sepenuh hati percaya bahwa Allah peduli dan dapat memahami pergumulan kita, orang berdosa. Sebagaimana yang dikatakan dalam Ibrani 4:15, “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa”.

 

Refleksi
Kalau Kristus mendemonstrasikan kesediaan-Nya untuk diperlakukan sama seperti manusia berdosa, itu bukanlah demi kepentingan DIA, melainkan demi kepentingan kita. Agar kita semakin yakin bahwa DIA memang benar-benar memahami pergumulan kita.

 

Tekad
Karena Allah telah menunjukkan bahwa Dia telah rela diperlakukan sebagai orang berdosa, maka kita tidak perlu ragu lagi untuk menyerahkan kehidupan kita sepenuhnya ke dalam tangan-Nya.

 

Tindakan
Mari kita membawa segala rencana kita esok hari di dalam doa. Kita serahkan seluruh hidup kita ke dalam tangan pengasihan-Nya.

 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«