suplemenGKI.com

SAMBUTLAH SANG TERANG KEHIDUPAN!

 

Yohanes 1:6-8, 19-28

Pengantar
Bacaan Alkitab hari ini  menampilkan Yohanes  sebagai utusan TUHAN yang bersaksi tentang kedatangan KRISTUS, Sang Terang Kehidupan.  Apa sebenarnya yang sedang menjadi pergumulan masyarakat Yahudi saat itu hingga penting bagi Yohanes untuk mempersaksikan kedatangan Sang Terang di tengah kehidupan mereka? Marilah kita mempelajari dan merenungkannya! 

Pemahaman

  • Ayat 6-8                 : Apakah tugas Yohanes?
  • Ayat 19 -21           : mengapa Yohanes memperkenalkan dirinya bukan sebagai Mesias, Elia atau pun nabi yang akan datang?
  • Ayat 22-23            : Siapakah sebenarnya Yohanes?
  • Ayat 24 -27           : Bagaimana Yohanes menjelaskan tentang baptisan yang dilakukannya? Apa yang sebenarnya ingin dipersaksikan Yohanes  kepada masyarakat?

Bagi masyarakat Yahudi, masa itu  sebenarnya adalah masa kegelapan. Saat itu sedang terjadi krisis identitas nasional. Ajaran nenek moyang bahwa mereka adalah bangsa yang terpilih makin menjauh dari kenyataan sehari-hari. Kata-kata para nabi juga makin jarang, makin lirih dan makin jauh, seperti sepi rasanya. Orang makin kecewa, makin apatis. Harapan  satu-satunya yang masih memberi pandangan ke depan ialah Mesias yang akan datang.

Mereka merindukan hadirnya Mesias yang diyakini akan memimpin mereka memasuki era baru yang lebih baik.  Kedatangan Sang Mesias akan mengakhiri zaman kegelapan ini dan mengawali era baru. Itulah saatnya bangsa terpilih akan dipimpin Sang Mesias ke dalam Tanah terjanji Sorgawi. Sementara itu  dalam tradisi Perjanjian Lama  juga ada kepercayaan bahwa nabi besar Elia yang telah diangkat naik ke sorga ( II Raja 2:1-18 ) akan datang kembali. Ada pula anggapan seperti tercermin dalam Maleakhi 4:5, bahwa  kedatangan Elia kembali akan menandai akhir zaman.

Dalam konteks pemikiran masyarakat yang seperti itulah Yohanes hadir. Kedatangannya fenomenal; menarik perhatian banyak orang.   Yohanes  yang digambarkan berpakaian jubah bulu unta dan berikatpinggang kulit ( Markus 1:6; Matius 3:4 ) sangatlah mirip dengan Elia ( II Raja 1:8). Oleh karena itu Yohanes sering dipandang sebagai Elia yang kini telah kembali ke dunia.  Dia juga menyerukan pertobatan dan membaptis orang-orang yang mau bertobat. Banyak orang menyangka Dialah Mesias yang dinantikan itu.  Namun Yohanes menyangkal semua itu. Ia menjelaskan bahwa dirinya bukan Mesias, Ia bukan juga Elia dan nabi yang akan datang. Yohanes menegaskan bahwa  Ia hanyalah suara yang bersaksi  tentang Sang Terang yang sedang hadir bersinar dalam kegelapan.  Kalau ia membaptis, hal itu dalam rangka mempersiapkan umat menyambut kehadiran Sang Terang.

Yohanes mengajak umat melihat dirinya hanya sebagai seorang saksi yang membawa mereka untuk mengenali kehadiran Sang Terang sejati yang jauh lebih tinggi dan lebih berkuasa daripadanya. Sang terang yang mereka harap-harapkan itu sudah datang. Ia mengajak masyarakat mengenali dan menyambut kehadiran Sang Terang di antara mereka dan bukannya malah terpesona pada dirinya.

Kesaksian Yohanes ini juga mengingatkan kita semua di masa kini bahwa sesungguhnya TUHAN hadir diantara kita, menerangi kehidupan kita. Kita diajak lebih menyadari dan menyambut kehadiran TUHAN, Sang Terang kehidupan daripada terpesona pada seorang saksi atau utusan atau pemberitanya. Terlebih saat kita sedang menyiapkan diri menyambut Natal. Ada banyak godaan yang membuat mata dan hati kita lebih terpesona pada pengkotbah terkenal, artis terkenal atau  acara-acara perayaan Natal yang meriah, serta hiasan-hiasan  dan pelbagai makanan. Sesungguhnya Natal adalah datangnya Sang Terang dunia. Marilah menyadari kehadiran-Nya dan menyambut DIA dengan sukacita. 

Refleksi
Dalam keheningan, renungkanlah:  saat Saudara menyiapkan diri menyambut Natal tahun ini, apakah yang pertama kali Saudara rasakan dan pikirkan? Apakah Saudara merasa sedih dan kecewa  karena pandemi Covid-19 mengakibatkan Natal tahun ini menjadi Natal kelabu? Ataukah hati Saudara penuh rasa syukur sebab justru perayaan Natal di tengah pandemi membuat Saudara semakin menyadari dan mengimani bahwa TUHAN, Sang Terang, hadir untuk mencerahkan  hati yang dilanda kegelapan kesedihan dan keresahan.

Tekadku
Ya TUHAN, mampukanlah aku  untuk  lebih menyadari dan menyambut kehadiran-Mu dalam kehidupan ini dengan sepenuh hati.

Tindakanku:
Dalam menyiapkan diri menyambut Natal, aku tidak akan membiarkan hati dan pikiranku terpikat pada hal-hal lain selain TUHAN. Aku membuka hati dan pikiranku untuk menyambut kehadiran TUHAN yang  menerangi kehidupan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«