suplemenGKI.com

Lukas 3:7-14

BERBUAH

 

PENGANTAR
Jika kita menanam buah, apapun buah itu, pasti kita menantikan buah yang dihasilkan.  Kita merasa puas, bangga dan gembira ketika buah yang kita tanam pada akhirnya menghasilkan buah yang bisa dinikmati.  Ayat yang kita baca meminta adanya ‘buah’ yang seharusnya dihasilkan dari pertobatan hidup kita.  Mari kita belajar! PEMAHAMAN

Ayat 10-11: Buah pertobatan seperti apa yang diserukan Yohanes bagi orang banyak?

Ayat 12-13: Buah pertobatan seperti apa yang diserukan bagi pemungut cukai?

Ayat 14-15: Bagi para prajurit?

Bagaimana buah yang kita hasilkan?
Setelah dengan berani dan tegas Yohanes menyerukan ajakan pertobatan maka orang banyak (ay.10-11), para pemungut cukai (ay.12-13)dan para prajurit (ay.14) memberi respon atas seruan dan peringatan Yohanes Pembaptis itu.  Mereka masing-masing bertanyakepada Yesus (ay.10) “Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?Pertama: Kepada orang banyak yang bertanya apa yang harus mereka perbuat, Yohanes berkata “Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian.”  Tampaknya kesenjangan sosial terjadi saat itu karena penjajahan dan penguasaan bangsa-bangsa atas Palestina dari waktu ke waktu.  Di sisi lain pemahaman umat tentang Allah tidak dibarengi dengan belas kasih dan kesetiakawanan bagi sesama.  Sehingga Yohanes memberi jawab agar orang banyak itu menunjukkan kasih yang memberi kontribusi nyata bagi sesama (ay.10-11).
Kedua: Kepada pemungut cukai, Yohanes mengingatkan mereka akan integritas dalam pekerjaan (ay.12-13) dengan berkata “Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu.”  Sangat mudah bagi mereka untuk memperkaya diri sendiri dengan memanipulasi uang pajak yang diterimanya.  Godaan itu begitu besarsehingga jika mereka bisa menolak untuk melakukan penipuan, itu membuktikan mereka sungguh-sungguh bertobat.Ketiga: Kepada para prajurit, Yohanes berkata “Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu”, bahwa pertobatan harus dibuktikan dengan tidak lagi memanfaatkan kuasa demi kepentingan sendiri (ay.14-15).  Sebagai prajurit yang bertobat seharusnya tidak mengenal prinsip aji mumpung.  Sebaliknya, harus menjadikan kuasa dan kesempatan menjadi berkat bagi sesama.  Yohanes menegaskan apabila Mesias datang, di tangan-Nya sudah tersedia alat penampi bagi orang percaya yang menghasilkan buah dan yang tidak (ay.9).  Pertobatan yang main-main atau munafik akan dihakimi secara tuntas.
REFLEKSI
Jawaban Yohanes spesifik menyentuh apa yang harus dilakukan dalam hidup dan pekerjaan sehari-hari.  Artinya, pertobatan sejati adalah pertobatan yang menghasilkan buah-buah nyata dalam hidup sehari-hari.Adakah bukti-bukti nyata yang dapat dilihat orang banyak bahwa Anda sungguh-sungguh sudah mengalami pertobatan?
TEKADKU
Tuhan tolong aku agar menjadi petobat sejati yang menghasilkan buah-buah nyata bagi sesama.
TINDAKANKU
Hari ini aku mau menunjukkan buah pertobatanku melalui ……… bagi ……….!

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«