suplemenGKI.com

Matius 14:22-33

 

Allah Hadir Untuk Menolong Kita

 

Pengantar:
            Beberapa waktu lalu saya bersama teman berangkat pelayanan ke tempat yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal kami, sehingga kami harus berangkat pada jam empat pagi mengendarai sepeda motor. Ketika kami akan melintasi sebuah kampung, dari kejauhan kami melihat ada bayang-bayang orang berlari menuju ke arah kami. Teman yang saya bonceng berteriak dan melompat dari sepeda motor karena dia kira itu adalah mahluk halus. Ternyata orang yang berlari itu sedang olah raga lari pagi. Takut yang berlebihan bisa berakibat fatal.

Pemahaman:

  1. Mengapa Yesus tidak berangkat bersama murid-murid menuju ke seberang? (v22-23)
  2. Apa yang terjadi dengan murid-murid ketika mereka sedang berada di tengah danau? (v. 24)
  3. Apa yang Yesus hendak tunjukkan kepada murid-murid ketika Ia berjalan di atas air? (25-33)

Konteks dari kisah ini adalah setelah Yesus memberi makan lima ribu orang. Ada begitu banyak orang yang merasakan mujizat Yesus melalui lima roti dan dua ikan. Hal itu kemudian membuat banyak orang tidak mau pergi dan ingin terus bersama-sama dengan Yesus sehingga Yesus harus menyuruh mereka pulang. Dan murid-murid pun diizinkan Yesus untuk menyeberang lebih dulu. Dengan demikian Yesus berkesempatan untuk berdoa seorang diri (v23) Ketika murid-murid telah berada di tengah danau, perahu mereka diterpa angin sakal, yaitu angin yang timbul karena pertemuan antara udara dari darat yang dingin dengan udara dari danau yang panas pada jam tiga malam (v. 25) sehingga terjadilah gelombang besar. Kondisi itu membuat para murid panik, maka ketika Yesus mendekati mereka, mereka mengira bahwa Yesus hantu. Kemunculan Yesus yang berjalan di atas air sesungguhnya Yesus hendak mengajar murid-murid agar mereka percaya bahwa Yesus adalah Allah yang bukan saja sebagai Rabi tetapi Tuhan yang maha kuasa. Ketika Yesus berkata “Tenanglah! Aku ini, jangan takut” adalah menegaskan identitas-Nya sebagai Allah yang hadir di tengah-tengah mereka. Seorang Petrus yang meminta untuk mendekat kepada-Nya sebetulnya mewakili banyak orang Kristen yang ragu akan siapa Yesus dalam hidupnya. Apakah saudara yakin Yesus adalah Allah yang berkuasa untuk menolong dan menyelamatkan saudara? Ataukah saudara juga ragu seperti Petrus?

 

Refleksi:
Mari kita merenungkan. Sejauh mana saudara percaya bahwa Yesus adalah Allah, ketika saudara berada dalam gelombang kehidupan?

 

Tekad:
Tuhan Yesus, tuntunlah saya agar saya tetap mempercayai bahwa Engkau adalah Allah, sekalipun saya sedang berada dalam pergumulan hidup yang berat.

 

Tindakan:
Belajar selalu yakin bahwa Tuhan Yesus sanggup memberi kekuatan kepada saya, apapun pergumulan yang saya alami, karena Yesus adalah Allah yang berkuasa.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*