suplemenGKI.com

SIAP SEDIA

Matius 25:1-13

 

PENGANTAR
Kebiasaan ‘baru bertindak’ jika keadaan sudah menjadi genting sudah makin membudaya.  Undang-Undang Antiteroris dibentuk setelah peristiwa bom Bali.  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibentuk setelah negara dirugikan triliunan rupiah, dll.  Kebiasaan ini membuat orang terlena dan berakibat fatal.  Jauh lebih fatal bila sikap itu menyangkut hal yang menentukan kehidupan kekal.  Mari kita merenungkannya! 

PEMAHAMAN

  • Ayat 10: Bagaimana situasi ketidakpastian yang digambarkan dalam perumpamaan ini?  Apakah kedatangan mempelai bisa dipastikan?
  • Ayat 12: Apa konsekuensi yang diterima oleh gadis-gadis tidak bijaksana itu sebagai upah tidak siap siaga menyambut mempelai?
  • Bagaimana Anda mempersiapkan diri menyambut Kristus, Sang Mempelai itu?

Dalam perumpamaan ini, digambarkan mempelai laki-laki akan datang pada waktu yang tidak disangka-sangka.  Mempelai laki-laki menuntut gadis-gadis telah siap sedia kapan saja dengan perlengkapan lengkap agar sewaktu-waktu ia datang, para gadis segera menyambutnya dapat pergi bersama dia masuk ke perjamuan kawin.  Gadis-gadis harus tahu apa yang harus dilakukan untuk mempersiapkan dan memperlengkapi dirinya dengan baik dan penuh tanggung jawab.  Meski waktu kedatangan sang mempelai laki-laki tidak diketahui, gadis-gadis itu harus terus berjaga-jaga dan siap siaga (ay,10).  Pelita dan minyak yang dipakai untuk menggambarkan kesiapan para gadis adalah semacam obor yang perlu setiap lebih kurang 15 menit dituangi minyak zaitun agar tetap menyala.  Sehingga ketika mempelai laki-laki datang, mereka dapat ikut dalam prosesi menuju perjamuan tanpa kekurangan minyak.

Perumpamaan ini mengajarkan tentang apa yang terjadi saat Tuhan Yesus datang kembali menjemput murid-murid untuk dibawa masuk kedalam kemuliaan-Nya.  Tuhan Yesus mengumpamakan diri-Nya sebagai mempelai laki-laki yang kedatangan-Nya tidak seorang pun tahu.  Dia hanya akan membawa gadis-gadis yakni jemaat-Nya yang siap sedia.  Bagi yang tidak mempersiapkan diri tidak ada kesempatan untuk berbenah.  Segera pintu ruang perjamuan ditutup dan tidak akan dibuka kembali.  Padahal Ia datang dalam waktu yang tidak dapat diketahui.  Oleh sebab itu, sebagai jemaat-Nya kita harus hidup sesuai dengan petunjuk firman-Nya, menaati perintah-Nya, dan setia menantikan dalam kewaspadaan penuh.  Hati dan pikiran, tindakan dan perbuatan kita hendaknya diarahkan pada hari kedatangan-Nya, sehingga kita siap kapan saja dijemput dan dibawa masuk ke pesta perjamuan.

REFLEKSI
Mari merenungkan: hiduplah sebagai ‘mempelai perempuan’ yang siap sedia seolah-olah sang mempelai laki-laki datang pada hari ini.  Menikmati perjamuan sukacita bersama-Nya.

TEKADKU
Tuhan tolonglah aku untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan-Mu: hidup sesuai dengan petunjuk firman-Mu dan mau berbenah diri agar menjadi pribadi yang lebih baik.

TINDAKANKU
Aku mau siap siaga dan bertanggungjawab menyambut-Mu dengan cara …………. (lebih tekun baca firman dan tertib melakukannya, disiplin dalam ibadah, tekun dalam doa, berani bersaksi, dll)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«