suplemenGKI.com

Minggu, 12 Mei 2019

11/05/2019

MEMAHAMI DAN PERCAYA KEBENARAN

Yohanes 10:22-30

 

Pengantar
Melihat dan mengalami mujizat ternyata tidak dapat menjadi dasar bagi seseorang untuk percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Kemampuan untuk bisa memahami dan percaya kepada Kebenaran adalah sebuah anugerah yang hanya diberikan Allah kepada umat kepunyaan-Nya. Hal ini terlihat dari pengalaman orang-orang Yahudi yang masih meragukan tentang Kemesiasan Yesus. Mari kita renungkan bersama!

Pemahaman

  • Ayat 22-24            : Apakah yang dipertanyakan oleh orang-orang Yahudi kepada Yesus pada saat hari Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem?
  • Ayat 25-30            : Bagaimanakah Yesus menjawab pertanyaan mereka?
  • Apakah kita sungguh-sungguh percaya dan mengasihi Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat yang telah memberikan hidup yang kekal kepada kita?

Pada hari Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem, secara terang-terangan orang-orang Yahudi mempertanyakan secara langsung kepada Yesus sendiri; apakah Yesus adalah Mesias yang selama ini mereka nanti-nanti dengan berkata, “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jika Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.”(Ay. 24). Mereka masih belum yakin atau bahkan tidak percaya pada kebenaran bahwa Yesus adalah Mesias. Melalui jawaban yang diberikan-Nya kepada orang-orang Yahudi itu, Yesus menjelaskan bahwa Ia telah mengatakannya kepada mereka, bahwa kemesiasan-Nya dapat dilihat dari pekerjaan-pekerjaan yang telah Ia lakukan dalam nama Bapa (Ay. 25) dan melalui ajaran Kebenaran-Nya (Ay. 27-30).

Namun karya besar yang Yesus lakukan itu hanya bisa dimengerti oleh domba-domba milik-Nya sendiri. Bukti-bukti Tuhan Yesus sebagai Mesias yang terlihat jelas di depan mata orang-orang yang membenci-Nya tidak dapat dipahami secara rohani oleh mereka karena mereka sendiri belum dicerahkan oleh Allah. Hanya umat Allah yang mampu mengerti kebenaran rohani itu, karena mereka adalah milik Allah, yang dipercayakan pemeliharaan-Nya kepada Tuhan Yesus. Oleh Karena Allah Bapa dan Anak adalah satu dalam kehendak-Nya (Ay. 30), maka umat Allah mendapatkan jaminan keselamatan dan pengenalan mereka akan Tuhan Yesus tidak mungkin salah (Ay. 27-28).

Refleksi
Renungkanlah: Hanya karena anugerah dari Tuhanlah kita bisa mengerti dan memahami kebenaran-Nya. Tuhan memilih kita untuk jadi milik-Nya dan mendapatkan anugerah keselamatan itu juga karena kemurahan-Nya. Mari kita berterimakasih pada-Nya.

Tekadku
Ya Tuhan, tolonglah saya untuk sungguh-sungguh percaya akan kebenaran-Mu dan sungguh-sungguh menyatakan kasih kami kepada-Mu dengan setia kepada-Mu.

Tindakanku
Saya akan lebih rajin untuk membaca Alkitab supaya saya bisa lebih memahami kebenaran melalui firman-Nya. Jika saya masih belum mengerti dan memahami setelah membaca berulang kali, saya akan bertanya kepada orang tua, hamba Tuhan, pendeta, guru, atau kakak rohani.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»