suplemenGKI.com

Bacaan : Markus 6 : 14-29.

“BELAJAR DARI PARA PEMAIN KEHIDUPAN”

PENGANTAR.

Kisah pembunuhan Yohanes pembaptis sangat menarik untuk dicermati karena melibatkan orang-orang penting pada jamannya. Hal itu sekaligus memberi gambaran tentang figure seseorang, sehingga kita bisa memetik pelajaran dari tokoh-tokoh yang terlibat.

PEMAHAMAN.

  1. Bagaimana kita melihat figure tentang  raja Herodes ? ( ayat 17-18,20,22,23,26-28.)
  2. Bagaiman kita melihat figure  dari Herodias dan Salome ? (ayat 19, 21,24,25,).
  3. Bagaimana kita melihat figure tentang Yohanes Pembaptis ? ( ayat 17-18)

Dalam peristiwa pembunuhan Yohanes pembaptis ada sesuatu yang dapat kita pelajari dari setiap sosok pemeran dalam cerita ini.

  1. Raja Herodes. Ia adalah ciri orang dengan perpaduan yang aneh. Ia takut dan sekaligus menghormati Yohanes. Ia takut terhadap perkataan Yohanes dan sekaligus suka mendengarkannya. Herodes bisa saja merasa takut kepada Yohanes dan mengasihinya. Herodes adalah seorang yang bertindak berdasarkan dorongan hati, tanpa pikir panjang melontarkan janji dan sumpah.  Herodes takut terhadap apa yang akan dikatakan oleh orang lain. Herodes hanyalah seorang manusia.  Fakta yang aneh tentang manusia adalah bahwa manusia dibayang-bayangi oleh kecenderungan berbuat dosa dan kecenderungan berbuat baik. Berkali-kali manusia telah membuat dirinya sendiri  bersalah karena ketakutan terhadap ejekan.
  2. Herodias  dan Salome. Herodias adalah perempuan pendendam. Ia ingin menyingkirkan satu-satunya orang yang telah berani menegur dirinya karena dosa yang telah ia buat. Ia mau berbuat apa saja dan tidak ada seorangpun yang boleh mengingatkan mengenai hukum moral. Ia tega membunuh Yohanes supaya ia bisa berbuat dosa dengan tenang. Ia lupa bahwa meski tidak lagi bertemu dengan Yohanes tapi ia akan tetap bertemu dengan Allah.
  3. Yohanes pembaptis.  Ia adalah orang yang punya keberanian menegur dosa. Ia adalah orang yang membawa suara Allah keepada manusia, ia bertindak sesuai dengan hati nurani. Ia hidup demi kebenaran dan ia mati karena kebenaran. Ia lebih suka mati daripada hidup dalam kepalsuan.

Ketiga tokoh diatas mewakili pola hidup manusia termasuk orang Kristen. Mungkin saja orang Kristen memiliki figure seperti raja Herodes yang memiliki karakter aneh, atau seperti Herodias si pendendam yang tidak akan puas sebelum melampiaskan dendamnya atau kita seperti Yohanes pembaptis yang memiliki keberanian hidup dalam kebenaran dengan segenap resikonya. Bagaimana dengan saudara ?

REFLEKSI.
Renungkanlah ! dari ketiga tipe tokoh diatas, saudara termasuk yang mana ? mungkinkah saudara meneladani tokoh Yohanes pembaptis ?

TEKADKU.
Ya Tuhan, saya ingin menjalani hidup dalam keberanian dan kebenaran.

TINDAKANKU.
Saya akan menjalani hidup saya didalam kebenaran dan berani menegur dosa.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

1 Comment for this entry

  • Adel Wiyono says:

    Bacaan hati ini, mengajarkan kita untuk tetapberani berbuat jujur dan menegur yang salah. Renungan 4B online ini membantu saya saat berada di luar Surabaya untuk tetap belajar firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«