suplemenGKI.com

Matius 5:29-37

 

Hidup Saleh Menuntut Keutuhan

Pengantar:

Keutuhan adalah kondisi yang lengkap, sempurna dan tidak ada yang kurang. Ada orang yang sangat fanatik tentang keutuhan, sampai dalam hal makanpun jika menu makanan belum utuh atau belum lengkap ia akan berusaha melengkapinya terlebih dahulu baru makan. Misalnya ada orang yang tidak bisa makan jika tidak ada sambal terasinya. Walaupun sudah ada lauk-pauk dan sayur, ia akan menuntut disiapkan sambal sesuai dengan keinginannya. Setiap orang menginginkan keutuhan, negara kita akan berjuang mempertaruhkan segala kemampuan, kekuatan dan semua potensi yang ada untuk mempertahankan keutuhan NKRI dari niat kelompok-kelompok tertentu yang ingin memecah-belah keutuhan NKRI. Berbicara tentang hidup saleh juga seyogyanya dibutuhkan keutuhan. Itulah yang hendak diajarkan Yesus dalam perenungan hari ini.

Pemahaman:

  1. Apakah yang hendak Yesus tekankan dengan pernyataan di ayat 29-30?
  2. Sikap apa yang hendak diajarkan oleh Yesus dalam ayat 37?

Ada orang mengatakan pernyataan Yesus di ayat 29-30 itu sangatlah ekstrim dan tidak manusiawi. Bagaimana mungkin orang harus mengorbankan anggota tubuhnya sedemikian rupa hanya karena salah satunya di katakan menyesatkan. Sepintas mungkin kita berpikir demikian, tetapi sesungguhnya pernyataan Yesus yang mengatakan “Jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah…, Jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah…” Dalam pernyataan itu Yesus hendak menekankan bahwa hidup ini adalah anugerah Allah yang utuh bagi kita, maka seharusnya diperjuangkan juga secara utuh untuk kemuliaan Tuhan. Perjuangan untuk sebuah kehidupan yang utuh berarti menghargai keutuhan anugerah Allah dalam hidup kita. Jika kita berkata bahwa kita ingin hidup memancarkan citra Allah, maka kita perlu menjaga keutuhan kasih kita pada Tuhan dengan cara seluruh keberadaan hidup ini dipergunakan untuk hal-hal yang menyukakan hati Tuhan. Itu sebabnya di ayat 37, Yesus berkata “Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak….Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat” Pada bagian ini Yesus hendak mengajarkan bahwa untuk menuju pada keutuhan memancarkan citra Allah dalam hidup ini, itu harus diperjuangkan dengan cara ketegasan, tidak mudah berubah, tidak mudah terbawa arus dunia dan tidak mudah kompromi terhadap dosa. Sikap kita pada hari minggu di gereja seharusnya sama dengan hari Senin sampai Sabtu di luar gereja. Tidak hanya saleh ketika di gereja tetapi di luar gereja salah terus.

Refleksi:
Maukah saudara berjuang untuk hidup dalam kesalehan yang utuh di manapun anda berada?

Tekad:
Tuhan, mampukan saya untuk menjaga hidup dalam kesalehan yang utuh di manapun saya berada.

Tindakan:
Belajar menyangkal diri terhadap setiap godaan yang akan melemahkan perjuangan untuk hidup saleh secara utuh.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«