suplemenGKI.com

Minggu, 12 April 2009

Lukas 24:13-35

“Berbicara banyak tentang YESUS, tetapi sama sekali tidak mengenal DIA”. Mungkin kalimat itu bisa digunakan untuk menggambarkan para murid yang sedang mengadakan perjalanan menuju ke Emaus. Bahkan dalam perjalanan pulang dari Yerusalem itu, mereka tidak sekedar ‘berbicara’ melainkan berdiskusi hingga berdebat sengit tentang segala hal yang telah menimpa YESUS, tetapi tetap saja mereka tidak mengenali YESUS.

· Ayat 16-17 : Jika mereka adalah murid YESUS, mengapa mereka tidak mengenali –Nya? Hal apakah yang menghalangi pandangan mereka itu?

· Ayat 25 : Mengapa TUHAN menyebut para murid itu “bodoh”? Apa arti kata “bodoh” dalam ayat ini?

· Ayat 30-32 : Apa yang dilakukan TUHAN YESUS terhadap para murid?

· Ayat 33-35 : Perubahan tingkah laku apa yang ditunjukkan para murid setelah mereka mengenali YESUS yang telah bangkit dan hidup kembali? Perubahan tingkah laku apa yang saudara alami setelah mengenal DIA?

Renungan:

Tanpa disadari, meskipun para murid itu tampaknya sudah “bergaul akrab” dengan YESUS tetapi rupanya mereka tidak jauh berbeda dengan orang-orang yang tidak mengenal YESUS. Mengapa hal itu bisa terjadi?  Salah satu petunjuk yang bisa mengantar kita mengetahui penyebabnya adalah ayat 27

dan 30. Mereka memang mengikut YESUS tetapi mereka tidak menghayati karya Kristus dalam hati mereka, bahkan mereka juga tidak sungguh-sungguh memahami kebenaran Firman TUHAN. Tentu ini menjadi teguran keras juga bagi kita manakala kita tidak sungguh-sungguh menghayati pengorbanan Kristus di kayu salib dan manakala kita tidak dengan segenap hati mencintai FirmanNya, karena hanya dengan sungguh-sungguh hidup di dalam (dan tekun menghidupi) FirmanNya maka kita bisa mengenal ALLAH (bnd, Yohanes 1:1). Kenyataan bahwa para murid tidak mengenali Kristus tentulah memprihatinkan, bahkan  YESUS mengatakan mereka “bodoh”. Ini bukanlah ucapan yang kasar dan kotor. Kata “bodoh” ini berarti bahwa mereka adalah orang-orang yang sangat lamban dalam hal rohani (Mat. 22:29). YESUS tidak marah terhadap mereka, malahan dengan penuh kasih YESUS membawa mereka untuk kembali mengingat karyaNya berdasarkan Kitab Suci, bahkan DIA menuntun mereka dengan menggunakan alat peraga yang gamblang (ayat 30). Dan sejak itu, terjadilah perubahan perilaku para murid, Mereka tidak saja menjadi “kenal” terhadap TUHANnya, tetapi mereka juga mau berkarya menyebarkan berita kebangkitan Kristus itu kepada banyak orang. Adakah kita mau mengambil bagian juga seperti para murid untuk mengenang kebangkitanNya?

Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkit kan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci. (I Korintus 15:3-4 )

kata-kata untuk yang di sampul belakang:

Kematian KRISTUS mengingatkan kita bahwa bersamaNya dosa kita telah terkubur;

Kebangkitan KRISTUS menyadarkan kita untuk menghaturkan rasa syukur dan Mazmur.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

3 Comments for this entry

  • Rudy Tan says:

    KeKristenan yg puluhan tahun tdk menjamin pengenalan akan Kristus sebagai mana Kristus yg adalah Kristus,…..beranikah kt JUJUR mengatakan bahwa kt telah sedemikian mengenal Dia sebagai apa???renungan ini menyadarkan kt keselamatan yg kt dpt lebih banyak kt isi dg hal yg kosong saja,……

  • Pdt. Chris Nanlohy says:

    Terima kasih .. sangat membantu kami dalam pelayanan di pedalaman PAPUA ….. tolong kirimkan kami renungan melalui email yang sudah kami cantumkan … GBU

    salam
    chris

  • Pdt. Chris Nanlohy says:

    email kami : christofelnanlohy@yahoo.co.id

    salam
    Chris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*