suplemenGKI.com

ROTI HIDUP

Yohanes 6:35, 41, 51

 

Pengantar
Seorang misionaris sedang mengajarkan umat untuk berdoa dengan penuh iman kepada ALLAH. Ia mengajarkan doa Bapa Kami. Setelah mereka lancar berdoa, dia ingin mengetes pemahaman umat. Ia memberikan tantangan kepada umat: “Siapa yang bisa berdoa Bapa Kami dengan penuh konsentrasi, penuh iman dan khusuk dari awal hingga akhir, akan diberi seekor kuda jantan.” Semua peserta mengangkat tangan, tetapi pastor itu menunjuk seorang pemuda untuk menjalankan instruksinya. Pemuda itu sangat gembira dan sangat antusias menjalankan instruksi sang misionaris.

Pemuda itu mulai berdoa dengan penuh keyakinan bahwa ia dapat menyelesaikannya hingga selesai. Ia mulai berdoa: Bapa kami  di surga, dikuduskanlah nama-Mu, lalu dia berhenti sejenak dan bertanya kepada sang misionaris tadi: “apakah engkau akan memberikan juga tali kuda itu?”

Pertanyaan ini jelas menunjukkan bahwa si pendoa itu tidak konsentrasi dan hanya memikirkan hadiahnya dan bukan doanya. Sang misionaris itu mengatakan, “Maaf engkau tidak layak untuk menerima kuda itu karena yang engkau perhatikan bukan doanya tetapi hadiahnya.”

Bukan doa yang menjadi pusat perhatian si pendoa, tetapi materi dalam bentuk hadiah yang akan diberikan kepadanya. Bagaimanakan kehidupan iman kita? Apakah yang kita cari ketika kita mengikut TUHAN? Marilah kita renungkan.

Pemahaman

  • Ayat 35: Mengapa TUHAN YESUS menyebut  dirinya sebagai Roti Hidup?
  • Ayat 41: Mengapa orang-orang Yahudi bersungut-sungut saat mendengar  TUHAN YESUS berkata,” Akulah Roti yang telah turun dari Sorga”?
  • Ayat 51: Apakah perbedaan YESUS sebagai Roti Hidup dan Manna yang dikenal Israel sebagai roti yang turun dari sorga?

Senada dengan ilustrasi pengantar di atas,  TUHAN YESUS mengecam orang-orang Yahudi karena mereka mengikuti Dia bukan karena pesona spiritual yang dimilliki YESUS tetapi tanda-tanda mujizat yang diperbuat Yesus. Karena itu mereka juga meminta tanda supaya mereka bisa percaya. Mereka hanya memperhatikan roti dan manna dari Musa dan bukan kepada YAHWE, Sang pemberi.

TUHAN YESUS menjelaskan hal yang kontradiktif  antara manna dari surga dan TUHAN YESUS sebagai “Roti Hidup” (ayat 49-51). Mereka yang berada di padang gurun telah mati, sedangkan setiap orang yang menerima “Roti Hidup”, yaitu Tuhan Yesus sendiri, tidak akan mati. Orang itu “akan hidup selama-lamanya”. Yang lama memang ajaib, tetapi gunanya sangat terbatas. Yang baru tidak terbatas.

TUHAN Yesus mengajak setiap umat beriman untuk dengan kesungguhan hati percaya dan mempercayakan diri kepada-Nya, bukan hanya cari berkat dan mujizat. Yesus berkata: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. Roti yang benar telah turun dari surga yaitu Yesus Kristus. Dialah Roti dan Air kehidupan. Mari kita membaharui diri untuk benar-benar fokus beriman dan mengikut KRISTUS. Karena hanya Dia dan Dalam Dia maka semuanya akan ditambahkan kepadamu.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33)

Refleksi
Dalam keheningan, pandangilah makanan dan bayangkanlah Saudara sedang lapar. Saat perut lapar, dan tidak ada makanan, apakah Saudara akan tetap setia mengikut TUHAN YESUS?

Tekadku
Ya TUHAN, mampukanlah aku untuk setia mengikut Engkau dengan motivasi yang tulus. Ajarlah aku untuk hidup bersama-Mu sampai akhir hayatku.

Tindakanku

  • Dalam doa di pagi hari, aku akan selalu berkata,” TUHAN aku membutuhkanmu, bukan hanya berkat-Mu”.
  • Aku akan selalu berkonsentrasi menyembah TUHAN dalam segala keadaan.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«