suplemenGKI.com

Bacaan : Markus 9 : 7  - 13

“Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia”

PENGANTAR
Peristiwa transfigurasi merupakan penyingkapan Jati Diri Yesus Kristus selaku Mesias/Anak Allah. Hal ini dilakukan Tuhan Allah untuk memperjelas pemahaman murid-murid terhadap Yesus Kristus.  Sehingga mereka benar-benar paham siapakah Yesus Kristus yang sesungguhnya. Mereka adalah saksi kunci dari peristiwa transfigurasi. Kehadiran Tuhan Allah menguatkan mereka manakala awan turun ke atas mereka dan ada suara berkata, “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia”. Kata-kata itu tedengar menggema dan begitu kuat menusuk pendengaran para murid. Dan dapat dipastikan bahwa kata-kata itu tidak keluar begitu saja tanpa tujuan. Lalu apa tujuannya ?

PEMAHAMAN

  1. Bagaimana situasi alam ketika Tuhan Yesus dimuliakan di atas gunung ? ( ayat 7 ). Bagaimana pemahaman para murid mengenai awan yang turun ?
  2. Bagaimana respon para murid ketika mendengar suara, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, dengarkanlah Dia” ? ( ayat 7 ). Apa makna dari kata-kata yang keluar dari suara tersebut ?

Ketika para murid melihat peristiwa transfigurasi tersebut, maka awan turun menaungi mereka. Bagi orang Yahudi turunnya awan dapat dikaitkan dengan kehadiran Tuhan Allah. Banyak peristiwa dalam perjanjian lama yang mengkaitkan awan dengan kehadiran Allah, misalnya  ketika Musa berjumpa dengan Tuhan Allah, Tiang awan yang memimpin bangsa Israel, Awan yang memenuhi Bait Suci ketika ditahbiskan oleh Salomo. Oleh sebab itu turunnya awan dalam peristiwa transfigurasi tersebut hendak mengatakan bahwa Sang Mesias telah datang dan hadir di tengah-tengah para murid. Para murid kembali diyakinkan bahwa Yesus adalah Mesias. Keyakinan itu bertambah ketika mereka mendengar suara, “Inilah Anak-Ku yang Ku-kasihi, dengarkanlah Dia”. Dari mana datangnya suara itu ? para murid mengetahui dari mana sumber suara itu berasal. Di tempat itu hanya ada Yesus dan tiga orang murid. Sehingga dengan mudah dapat disimpulkan bahwa sumber suara itu berasal dari atas yaitu dari Allah Bapa. Dan itu hanya diberitakan kepada tiga murid yaitu Petrus, Yohanes dan Yakobus. Merekalah yang tahu bahwa Yesus adalah Mesias. Lalu apa yang dipesankan Allah Bapa kepada ketiga murid tersebut ? pesannya sederhana, “dengarkanlah Dia/Yesus”. Jadi Allah bapa meminta kepada ketiga murid untuk setia mendengarkan kata-kata Yesus. Setiap kata-kata Yesus adalah Sabda yang harus didengar dengan seksama. Karena dengan mendengar Sabda-Nya mereka akan mampu menjadi saksi yang hebat.

Tuhan juga mengajak kita agar kita memberikan diri kita mendengarkan Sabda-Nya. Dengan mendengarkan sabda-Nya akan menjadikan kita semakin dewasa didalam iman. Dan hal itu akan berdampak dalam kehidupan kita, merubah kita dalam relasi dengan sesama sehingga akan tercipta sebuah kehidupan yang harmonis dan membahagiakan. Dengan demikian kita telah menghadirkan Allah dalam kehidupan kita dan sesama.

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan : apakah saudara setiap hari mendengarkan Sabda-Nya ? apakah Sabda-Nya itu mampu mengubah hidup saudara ?

TEKADKU
Ya Tuhan, Engkaulah yang menuntun hidupku, bukalah telingaku agar aku mampu mendengarkan Sabda-Mu.

TINDAKANKU
Saya akan menggunakan telingaku untuk mendengar Sabda Tuhan, agar aku dapat menghadirkan Sabda Tuhan bagi sesama.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«