suplemenGKI.com

PERCAYALAH

Matius 14:22-33

 

Pengantar
Dalam perjalanan hidup ini, kita tidak pernah terlepas dari yang namanya “persoalan”. Setiap orang dalam hidupnya selalu memiliki persoalan atau pergumulan hidup. Saat kita menghadapi masalah  apakah kita lebih cenderung mengandalkan kekuatan kita ataukah mengandalkan TUHAN? Masalah itu apakah membuat kita menjadi takut dan bimbang ataukah justru membuat kita semakin berani menjalani hidup ini ? Marilah kita merenungkannya!

Pemahaman

  • Ayat 22-23           : Mengapa YESUS meminta para murid-Nya  naik ke perahu terlebih dulu?
  • Ayat 24                 : Masalah apa yang sedang dialami para murid?
  • Ayat 25-26           : Bagaimanakah respons para murid saat melihat YESUS yang berjalan di atas air? Mengapa mereka tak mengenali Sang Guru?
  • Ayat 27-29           :  Bagaimanakah respons Petrus saat mengetahui Sang Guru yang berjalan di atas air?
  • Ayat 30                 :  Mengapa saat berjalan di atas air, Petrus menjadi takut?
  • Ayat 31                 : Apa yang dilakukan YESUS saat melihat Petrus takut?
  • Ayat 32-33           : Kesimpulan apa yang Saudara dapatkan dari ayat-ayat ini?

Sesungguhnya kehidupan orang beriman seperti para murid yang diperintahkan YESUS untuk mengambil perahu dan menyeberang. Para murid mengalami angin sakal yang datang tiba-tiba. Itulah yang membuat mereka mengalami kuatir dan takut. Dalam mengarungi kehidupan,  sewaktu-waktu kita juga menghadapi angin masalah yang membuat kita kuatir dan takut.

Apa yang dilakukan YESUS ketika melihat para murid-Nya menghadapi masalah? Dia datang dan berjalan di atas air. Dia menjumpai para murid yang sedang mengalami angin sakal. Ketika melihat YESUS berjalan di atas air, para murid terkejut dan takut hingga berteriak “itu  hantu!”  Ketakutan seringkali membuat pandangan kita menjadi tak jelas bahkan iman kita pun menjadi lemah sehingga  tak mengenali kehadiran TUHAN. TUHAN yang datang malah disangka hantu. Tapi YESUS langsung menenangkan dan meyakinkan “inilah Aku”, artinya Aku TUHAN, Aku hadir dan menyertai kamu, tenang dan jangan takut!

Saat Petrus mengetahui Sang Guru sendiri yang berjalan di atas air, ia pun minta diijinkan menjumpai-Nya. Petrus pun turun dari perahu dan berjalan di atas air yang masih ditiup angin sakal. Namun angin sakal menggoyang iman Petrus hingga dia ragu  dan mulai tenggelam serta berteriak minta tolong.

Sesungguhnya ketika badai kehidupan menyerang kita maka YESUS hadir dan menyertai kita bahkan akan memberikan kuasa-Nya agar kita dapat melewati angin sakal kehidupan, tetapi kita harus percaya kepada-Nya. Bila kita ragu, kita akan dilanda ketakutan dan tenggelam dalam lautan persoalan.

Percaya kepada TUHAN YESUS berarti memandang DIA lebih dari memandang masalah dan gelombang kehidupan. Bila ini yang kita lakukan maka kita akan berhasil menghadapi setiap angin sakal kehidupan. Percaya kepada TUHAN YESUS harus sepenuh hati, jiwa dan akal budi. Ini berarti beriman teguh kepada-Nya. Iman yang teguh membuat kita dapat melangkah dengan pasti serta terus memiliki pengharapan. Inilah yang membuat kita terus bertahan menghadapi gelombang kehidupan.

Refleksi
Dalam keheningan, ingatlah apakah Saudara pernah dilanda ketakutan? Apakah yang seringkali membuat Saudara takut dan sulit percaya kepada TUHAN?

Tekadku
Ya TUHAN, tolonglah aku untuk selalu percaya penuh kepada-Mu.

Tindakanku
Setiap hari aku akan belajar mengambil waktu tenang (hening) untuk fokus menyembah TUHAN  dan meresapi Firman-Nya dan agar aku semakin percaya kepada-Nya dan menjadi lebih berani menghadapi gelombang kehidupan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«