suplemenGKI.com
Melayani

Melayani

Yohanes 2:17-25

Ibadah Masa Kini

 Bermula dari perenungan kemarin, hari ini kita akan bersama merenungkan tentang reaksi yang muncul terhadap tindakan Tuhan Yesus ketika Ia menyucikan Bait Allah. Dengan merenungkan tindakan Tuhan Yesus beserta dengan reaksi-reaksi tersebut kita dapat lebih mengenal Tuhan Yesus dan bagaimana seharusnya ibadah kita.

-  Apakah Saudara bangga dengan Gereja Saudara? Mengapa? Apakah orang-orang Yahudi bangga dengan Bait Allah mereka beserta dengan segala ritualnya yang ada?

-  Bagaimana reaksi para murid terhadap tindakan Tuhan Yesus itu? Bagaimana pula reaksi orang-orang Yahudi kebanyakan? Mengapa mereka bereaksi seperti itu?

-  Apa arti pernyataan Tuhan Yesus, ketika Ia berkata, “Rombaklah …… Aku akan mendirikan……”? Bagaimana pernyataan ini mempengaruhi hidup Saudara?

Renungan

Tindakan Tuhan Yesus menyucikan Bait Allah adalah tindakan yang sangat fenomenal, dan pastilah memancing berbagai macam reaksi. Melalui bahan perenungan hari ini kita melihat adanya dua reaksi yang berbeda, yaitu reaksi para murid dan reaksi orang-orang Yahudi kebanyakan.

Rasul Yohanes mencatat bahwa reaksi para murid atas tindakan penyucian Bait Allah itu adalah menghubungkannya dengan firman Tuhan yang terdapat dalam Mazmur 69:9. Tindakan penyucian Bait Allah ini membuat para murid yakin bahwa Yesus adalah Sang Mesias yang dijanjikan itu, karena memang tindakan tersebut dapat dikatakan sebagai tindakan Mesianik.

Pada dasarnya orang-orang Yahudi juga memahami bahwa hanya Mesias saja yang memiliki wewenang untuk melakukan apa yang dilakukan Yesus. Namun karena mereka tidak percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan itu, maka mereka mempertanyakan otoritas Yesus dan menantang Dia untuk memberikan suatu tanda bahwa Dia adalah Mesias dan berhak melakukan apa yang sudah dilakukan-Nya itu. Memang ke-mesias-an seseorang biasanya ditunjukkan dengan kemampuan-kemampuan adi kodrati. Dan itu sebabnya mereka menantang Yesus untuk memberikan suatu tanda.

Ketika Yesus mengatakan “Rombak Bait Allah ini” tentu bukanlah bermaksud secara fisik. Sebab Ia pernah berkata kepada seorang perempuan Samaria, bahwa akan tiba waktunya di mana orang tidak lagi beribadah berdasarkan tempatnya, tetapi yang utama adalah hatinya sehingga ia beribadah dalam Roh dan Kebenaran. Perombakan ini bukanlah perombakan lahiriah, melainkan batiniah. Akan tetapi orang-orang Yahudi itu tetap memahaminya sebagai perombakan dan pembangunan lahiriah. Itu sebabnya mereka mencemooh jawaban Yesus itu dengan memaparkan fakta bahwa pembangunan Bait Allah itu memakan waktu empat puluh enam tahun. Patut diingat bahwa orang-orang Yahudi pada jaman itu sangat membanggakan Bait Allah yang dibangun oleh Herodes itu. Tapi justru karena kebanggaan itulah maka Allah menghancurkan bangunan fisik tersebut pada tahun 70-an. Sebenarnya kebanggaan orang Yahudi bukan hanya pada bangunan fisik itu saja, tetapi ritual keagamaan mereka pun jadi kebanggaan tersendiri. Inilah yang seharusnya dirombak dan digantikan dengan tata cara ibadah yang baru. Ibadah lama yang bergantung pada ritual-ritual korban bakaran dan sembelihan yang semuanya dilakukan melalui perantara seorang imam harus diganti dengan ibadah yang baru yang tidak lagi mengandalkan ritual-ritual korban melainkan hubungan langsung secara personal dengan Allah. hal ini dimungkinkan melalui kematian Yesus sebagai penggenapan dari seluruh sistem korban yang ada dalam Perjanjian Lama, yang pada dasarnya memang merupakan bayang-bayang dari korban diri Yesus di atas kayu salib. Dalam pemahaman inilah seharusnya ibadah kita sekarang ini berlangsung.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*