suplemenGKI.com

Minggu, 11 Juli 2010

10/07/2010

Lukas 10 : 25 – 37.

Menjadi pelaku Firman.

Kisah orang Samaria yang murah hati menjadi cerita yang sangat popular untuk menterjemahkan bagaimana seharusnya orang Kristen menjalani kehidupan ini. Kisah ini bermula dari pertanyaan seorang ahli Taurat yang hendak mencobai Tuhan Yesus. Ahli Taurat tersebut bertanya, “Guru apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang Kekal” ? (ayat 25) dan Tuhan Yesus menjawab dengan sederhana yaitu, apa yang tertulis dalam Hukum Taurat. Tentu si Ahli Taurat juga dapat menjawab dengan tepat, yaitu kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu………..dan Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri (ayat 27). Tuhan Yesus juga membenarkan jawaban si Ahli Taurat. Akan tetapi pertanyaan baru muncul dari si Ahli taurat, yaitu Siapakah sesamaku manusia ?

  1. Bagaimana Tuhan Yesus menjelaskannya ?
  2. Apakah penjelasan Tuhan Yesus memuaskan ?
  3. Apakah jawaban/penjelasan tuhan Yesus hendak mengajarkan sesuatu ?

Renungan.

Ahli Taurat tersebut pasti mengerti semua isi dari Hukum Taurat bahkan sangat paham dengan pertanyaannya, siapa sesamaku manusia ? mengapa ia mengejar Tuhan Yesus dengan pertanyaan yang sangat mudah. Apakah ia hanya tahu isi dari hukum Taurat secara teori tapi tidak pernah melakukannya. Itu juga mungkin. Untuk itu mari kita perjelas melalui jawaban Tuhan Yesus.

Sebagai jawaban dari pertanyaan Ahli Taurat Tuhan Yesus menceritakan tentang seorang Yahudi yang turun dari Yerusalem ke Yerikho, ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang merampok dan memukuli dia lalu meninggalkannya setengah mati (ayat 30). Tidak lama kemudian lewatlah seotrang imam, tapi ia tidak menolong. Setelah itu lewat pula orang Lewi tetapi juga tidak menolong. Dan yang ketiga lewatlah seorang Samaria dan ia memberi pertolongan kepada orang yang sedang setengah mati tersebut. Orang Samaria tersebut menolong dengan sepenuh hati. Ia membalut luka-lukanya dan disirami dengan minyak (sebagai obat), menaikkan keatas keledai, membawa ke penginapan dan membayar seluruh ongkos perawatan. Dan yang terpenting ia melakukannya dengan dasar belas kasihan kepada korban.

Mengapa Imam dan orang Lewi tidak menolong korban ? padahal mereka tahu persis isi Hukum Taurat dan apa yang diperintahkan. Ternyata mereka hanya tahu Hukum Taurat secara teori saja tetapi tidak mempraktekkannya. Dan Tuhan Yesus mengakhiri ceritanya dengan sebuah pertanyaan, “Siapakah diantara ketiga orang ini menurut pendapatmu, adalah sesame manusia dari orang yag jatuh ke tangan penyamun itu” ? dan Ahli Taurat itu menjawab, “orang yang telah menaruh belas kasihan kepadanya”. Dan Tuhan Yesus mengakhiri kisahnya dengan kalimat “pergilah dan perbuatlah demikian”. Sebenarnya betapa malunya Ahli Taurat tersebut karena Ia yang tahu Hukum Taurat/Hukum Allah tetapi tidak peduli kepada sesame manusia.

Ini juga sebuah pelajaran bagi kita bahwa sebenarnya kita adalah orang-orang yang mengerti Hukum Allah/Hukum kasih tetapi sering kali kita hanya sekedar tahu dan mengerti secara teori saja. Hukum Allah/Hukum Kasih diberikan kepada kita bukan hanya untuk dipelajari tetapi juga untuk dipraktekkan dalam hidup sehari-hari. Di sekitar kita begitu banyak orang yang membutuhkan pertolongan kita, mereka yang sakit, miskin, kesulitan , banyak persoalan dls. Pedulikah kita terhadap mereka ? ingatlah Tuhan Yesus berpesan pergilah dan perbuatlah demikian. Artinya jika kita menjadi orang Kristen yang mengerti hukum Allah/kasih kita harus bersedia untuk melakukannya/ mempraktekkan hukum Kasih dalam hidup sehari-hari. Bersediakah anda ? Amin.

“Berbahagialah orang yang dapat melakukan Firman Tuhan dalam hidup sehari-hari”.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*