suplemenGKI.com

Markus 1:8-11

TAHU DIRI

 

Pengantar
Mana yang lebih mudah diterima, menjadikan diri sendiri besar (terkenal) atau memberi kesempatan orang lain menjadi lebih besar (terkenal)?  Bacaan hari ini memberikan teladan tentang kebaikan hati Yohanes yang tahu diri tentang posisinya dalam rencana Allah dalam hubungannya dengan Yesus.

Pemahaman

  • Ayat 8        :  apa yang Yohanes katakan tentang Yesus?
  • Ayat 9        :  apa yang kemudian terjadi dalam pertemuan Yohanes dengan Yesus?
  • Ayat 10, 11            :  penegasan seperti apa tentang Yesus di bagian ini?
  • Apakah kita sudah menjadi orang yang ‘tahu diri’ dalam hubungan kita dengan Yesus?

Kebesaran diri seseorang tidak selalu diukur dari jabatan yang disandanganya; atau dari banyak prestasi dan karya yang telah dilakukannya, tetapi juga bisa juga dilihat dari kesediaannya menjadi jalan pembuka bagi kebesaran orang lain.  Tidak mudah, tapi itulah fakta dalam diri Yohanes.  Sejak kemunculannya Yohanes adalah pribadi yang sangat istimewa dalam hubungannya dengan Yesus.  Orangtuanya, Zakharia dan Elisabet,  ‘terpaksa’ harus menunggu sampai lanjut usia, hanya untuk mendapatkan Yohanes yang sebelum kelahirannya sudah mendapat mandat sebagai pribadi yang akan mempersiapkan hadirnya mesias.  Yohanes yang lebih tua enam bulan sebenarnya punya kesempatan menjadi lebih besar dari Yesus.  Yohanes bisa juga memanfaatkan kedekatannya dengan orang-orang Yahudi yang telah bertobat dan menjadi muridnya untuk mengangkat dirinya sebagai pembesar.

Namun hal itu tidak dilakukan Yohanes.  Ia menyadari sepenuhnya hanyalah alat atau jalan bagi hadirnya Yesus.  Dengan tegas Yohanes mengakui kebesaran Yesus dibanding dirinya,  “Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus”  Bahkan Yohanes sempat meminta dirinyalah yang harusnya dibaptis (Mat. 3:14), tetapi urung karena Yesus menolak dan kemudian memberi diri dibaptis Yohanes sebagai kegenapan rencana Allah (Mat. 3:15).  Yohanes adalah pribadi yang tahu menempatkan diri di hadapan rencana Allah atas dirinya dan Yesus.  Bagi Yohanes yang penting adalah menggenapkan rencana Allah atas Yesus melalui baptisan yang ia lakukan kepada Yesus, dibanding kemuliaan dirinya.  Yohanes memberi teladan arti kebesaran hati melalui kesediaannya menjadi jalan kebesaran Yesus.

Refleksi:
Mari merenungkan: Tahu diri bukan sekadar membangun iman percaya kepada-Nya tetapi menuntut diri untuk terus bersedia menjadi jalan bagi kebesaran Yesus melalui karakter baik dalam hidup.

Tekadku
Aku mau mengembangkan karakter yang baik bagi kehidupan.

Tindakanku
Terus belajar menempa dan mendorong diri bertumbuh dalam karakter yang baik.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*