suplemenGKI.com

Minggu, 11 April 2010

10/04/2010

DALAM KEBANGKITAN-NYA ADA KETEGUHAN IMAN
Yohanes 20:24-29

Kemarin kita belajar bagaimana Tuhan Yesus menampakkan Diri-Nya kepada para murid dimana mereka berkumpul dalam satu ruangan yang terkunci.  Perikop hari ini memperlihatkan bahwa ternyata Tomas, sebagai salah satu dari keduabelas rasul itu tidak bersama-sama mereka.  Oleh sebab itu, sudah dapat dipastikan bahwa Tomas belum berjumpa secara pribadi dengan Tuhan Yesus setelah kebangkitan-Nya.

  • Bagaimana respon Tomas setelah mendapat berita tentang kebangkitan Yesus? (ay.26)
  • Tuhan Yesus tahu persis apa yang dibutuhkan Tomas, apa tindakan Yesus ketika menjumpai Tomas? (ay.27)
  • Apa makna kebangkitan Tuhan Yesus dalam hidup saudara?

RENUNGAN

Ketika membaca perikop ini, cenderung orang menilai negatif terhadap tindakan dan iman Tomas.  Penilaian itu tidak sepenuhnya salah, sebab memang Alkitab menyaksikan Tomas tidak percaya kebangkitan Yesus sebelum dia melihat bekas paku, mencucuk dengan tangannya dan sebelum dia mencucukkan tangannya pada lambung Tuhan Yesus.  Namun, sebelum kita secara pribadi memiliki penilaian yang negatif, mari kita coba terlebih dulu menerapkan itu terhadap diri kita masing-masing.  Seandainya kita menjadi Tomas yang hidup saat itu, bagaimana sikap iman dan tindakan kita?  Ada kemungkinan kita juga bersikap sama seperti Tomas bukan?

Ketika mendengar berita kebangkitan Yesus, Tomas merespon dengan perkataan “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku…” (ay.25).  Hal itu berarti bagi Tomas iman itu butuh bukti, iman itu harus dapat dipegang dengan tangan, dilihat dengan mata, dirasakan dengan pancaindra.  Tomas baru percaya ketika melihat, memegang dan merasakan.  Sebenarnya, percaya kepada sesuatu yang bisa dilihat, dipegang dan dirasa, itu belum bisa dinamakan “percaya”. Oleh sebab itu, Tuhan Yesus berkata: “Karena engkau telah melihat Aku maka engkau percaya, berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya”. Apakah kita percaya karena kita melihat, ataukah kita percaya walau belum atau bahkan tidak melihat?  Sebagai orang beriman maka iman yang kita miliki tidak boleh bergantung pada tanda dan pengalaman indra.

Ketika Tuhan Yesus menampakkan diri dan meminta Tomas untuk meletakkan jarinya di bekas luka penyaliban-Nya, tanpa melakukan itu, Tomas segera membuat pengakuan iman “Ya Tuhanku dan Allahku …” (ay.28).  Ketika Tomas berkata “Ya Tuhanku dan Allahku”, dia secara tegas dan jelas mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah. Berarti ia mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan Allah yang berkuasa atas hidup dan mati, atas langit dan bumi, atas segala sesuatu. Dari kondisi ragu, Tomas melangkah mengadakan pengakuan iman yang teguh terhadap Yesus sebagai Tuhan.

Seperti Tomas, kitapun bisa mengalami hal yang sama. Iman kita bisa mandeg. Kekecewaan, kesulitan, kesedihan, keraguan bisa membuat orang berhenti bertumbuh, bahkan tidak yakin akan kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Tetapi, biarlah peristiwa paskah tahun ini membawa iman kita semakin teguh.  Tuhan yang sudah menanam benih iman dalam hati kita maka Dia akan menyiram dan memelihara agar dewasa dalam pengenalan akan Dia (Flp.1:6; Ibr.12:2). KebangkitanNya membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan dan Allah. Marilah kita bangkit kembali dalam iman kepada Yesus.

Sabda-Nya mengatakan “Berbahagialah orang yang tidak melihat namun percaya”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«