suplemenGKI.com

Ibrani 4:12-16

 

“Tidak Perlu Bertopeng”

Pengantar:
Apakah saudara pernah melihat topeng? Apakah saudara pernah memakai topeng? Untuk apa saudara memakai topeng? Secara umum orang memakai topeng adalah untuk menutupi wajahnya agar tidak diketahui identitasnya karena mungkin ia ingin melakukan sesuatu yang tidak ingin diketahui oleh orang lain atau mungkin karena ia mempunyai tujuan tertentu yang sifatnya rahasia dan sebagainya. Tetapi apapun alasan orang memakai topeng baik dari sisi  keamanan, etika dan kesopanan memakai topeng bukanlah hal yang baik atau benar. Hari ini kita menghayati bagaimana hidup beriman kita di hadapan Allah, perlukah kita memakai topeng?

Pemahaman:

  1. Apakah yang hendak ditegaskan oleh penulis surat Ibrani melalui pernyataan di ayat 12-13?
  2. Pesan penting apa yang hendak disampaikan oleh penulis surat Ibrani melalui ayat 14-15?
  3. Apa makna ajakan penulis Ibrani pada ayat 16?

Surat Ibrani ini ditujukan kepada orang-orang Kristen Yahudi yang ada di Roma yang sedang menghadapi pergumulan iman yang berat. Mereka banyak mengalami penganiayaan, tekanan, dan ketidakadilan karena mereka beriman pada Kristus. Penganiayaan itu bisa datang dari sesama Yahudi maupun bangsa Romawi. Karena beratnya pergumulan yang mereka alami, itu membuat mereka meragukan kebenaran iman dalam Yesus, bahkan tidak sedikit yang meninggalkan imannya dan kembali pada keyakinan lama yaitu agama Yahudi. Kalaupun bertahan namun tidak jarang mereka kompromi dengan hal-hal yang bertentangan dengan firman Tuhan. Di satu sisi beriman pada Kristus, tapi di sisi lain kompromi dengan dunia demi rasa aman (Ibr 4:1-2, 6). Hidup beriman demikianlah yang disebut bertopeng. Di tengah situasi sulit ini kita harus tetap berpegang teguh pada Firman Allah sebab Firman Allahlah yang berkuasa menguatkan iman (v. 12-13). Agar kita yakin tetap berpegang pada firman, maka penting bagi kita memahami siapa Yesus Sang Firman itu. Yesus adalah Imam Besar Agung yang lebih unggul dari apapun juga. Keunggulan Yesus ditunjukkan-Nya dengan mengalahkan maut melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Selain itu Yesus juga dapat merasakan kelemahan kita karena dosa sekalipun Dia tanpa dosa. Maka marilah kita sebagai orang percaya harus selalu berpegang teguh pada rahmat dan karunia Kristus, agar boleh mendapatkan pertolongan pada waktunya.

Refleksi:
Saudara-saudara, ketika engkau mengalami penderitaan ingat masih ada rahmat dan karunia Allah di dalam Kristus yang boleh menolong kita, maka jadilah orang Kristen yang tulus.

Tekadku:
Tuhan, ampuni kami karena beratnya beban hidup terkadang iman kami seperti bertopeng.

Tindakanku:
Saudara, mari kita tetap berpegang teguh pada firman Tuhan di dalam Yesus Kristus Sang Imam Besar Agung kita, apapun yang menimpa hidup kita tetaplah beriman pada Kristus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«