Minggu, 10 Mei 2009

1 Yohanes  4:7-21

                Dalam bacaan dan perenungan kemarin, kita sudah memahami bahwa untuk menjadi orang Kristen yang produktif dalam menghasilkan buah bagi kemuliaan ALLAH, kita harus melekat kepada KRISTUS Sang Sumber nutrisi bagi kehidupan rohani kita. Melalui bacaan kita hari ini, kita akan merenungkan dampak  praktis yang seharusnya timbul dari hubungan yang melekat dengan KRISTUS.

·         Ayat 7-12            : Menurut pengamatan saudara, dampak apa yang semestinya ditunjukkan oleh

orang yang menjadikan YESUS sebagai pokok anggurnya?

·         Ayat 13-16          : Benarkah hanya dengan “mengaku” bahwa YESUS adalah Anak ALLAH, maka

ALLAH tetap akan tinggal dalam diri kita? Apa pengertian “mengaku” di dalam

ayat 15 ini?

·         Ayat 18                                : Mengapa dikatakan bahwa di dalam kasih tidak ada ketakutan?

·         Ayat 21                                : mengapa kasih kepada ALLAH harus dibuktikan lewat kasih kepada

sesamanya?

Renungan:

                Dalam Surat 1 Yohanes 4:13-16 dituliskan bahwa jika kita “mengaku” YESUS adalah Anak ALLAH, maka ALLAH tetap tinggal dalam diri kita. Istilah “mengaku” ini bukan “mengaku hanya dengan mulut kita” melainkan pengakuan melalui relung hati yang paling dalam, hingga KRISTUS benar-benar mendapat tempat utama dalam hati dan hidup kita. Dengan pengakuan seperti itu maka setiap kita pasti akan memperoleh buah Roh yakni KASIH seperti dicatat dalam ayat 7-12. KASIH adalah karakter ALLAH. Jadi jika kita dengan intens bersekutu dan memiliki keintiman dengan ALLAH melalui KRISTUS maka karakter ALLAH akan mengalir dan menjadi warna dominan dalam diri kita. Lalu dampak praktis lain apakah yang terjadi pada kita yang telah melekat pada KRISTUS?

·         Dampak 1 (Ayat 7-12) : kasih ALLAH dalam diri kita akan menggerakkan kita untuk memiliki “spirit saling mengasihi”

·         Dampak 2 (Ayat 18)         : kasih ALLAH dalam diri kita akan melenyapkan ketakutan , tentu saja ketakutan yang bermuara pada sikap meragukan dan tidak mempercayai kuasa ALLAH. Kasih ALLAH selalu hadir memberikan damai sejahtera dan damai sejahtera tidak akan memberi  ruang bagi rasa takut lagi.

·         Dampak 3 (Ayat 21)         : kasih ALLAH akan membuat cara pandang kita terhadap sesama menjadi berbeda. Tanpa kasih ALLAH kita hanya akan memandang sesama sebagai musuh (begitulah iblis menyuntikkan virus dosa kepada kita). Namun, ketika kita erat dengan KRISTUS dan memiliki kasih ALLAH, maka kita akan memandang sesama sebagai wajah dan gambar ALLAH yang sepatutnya kita hargai dan kasihi sepenuh hati.

“Tindakan terbesar ALLAH bagi manusia ialah KASIH dan Kita hanya dapat menirukan tindakan itu, manakala ALLAH ada dalam kita dan kita ada dalam DIA” 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*