suplemenGKI.com

SAAT PENCOBAAN DATANG

Lukas 4:1-13

 

Pengantar

Di Minggu Prapaskah yang pertama ini, gereja Tuhan sedang berada dalam masa puasa atau pantang selama 40 hari yang dimulai sejak Rabu Abu. Untuk mendukung penghayatan ini, kita akan melihat kembali peristiwa ketika Yesus berpuasa selama 40 hari. Di dalam puasa-Nya ini Yesus menghadapi pencobaan Iblis yang meminta Iblis menggunakan wewenang-Nya. Mari kitarenungkan bersama!

Pemahaman

  • Ayat 1-2 : Apakah yang terjadi pada Yesus setelah Ia selesai dibaptis? Berapa lama Yesus tinggal di padang gurun?
  • Ayat 3-13: Apakah yang Iblis lakukan terhadap Yesus, setelah Yesus berpuasa selama empat puluh hari? Bagaimanakah respon Tuhan Yesus ketika ia dicobai oleh Iblis?
  • Apakah yang membuat Yesus bisa berhasil menghadapi pencobaan itu?

Setelah Yesus dibaptis oleh Yohanes, Yesus yang penuh dengan Roh Kudus kembali dari sungai Yordan. Yesus dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun (Ay. 1). Yesus berada di padang gurun selama empat puluh hari lamanya. Setelah Yesus berada di padang gurun selama 40 hari, Yesus lapar karena tidak makan apa-apa. Dalam keadaan lapar, Iblis datang untuk mencobai Yesus.

Dalam pencobaan yang pertama, Iblis memanfaatkan kesempatan itu untuk menjebak Yesus. Kebutuhan Yesus saat itu akan makanan dipakai Iblis dengan mengusulkan cara pemenuhan kebutuhan yang tidak pada tempatnya, karena tidak sesuai dengan firman Tuhan (Ay. 2-3). Dalam pencobaan yang kedua, Iblis menawarkan kuasa atas dunia kepada Yesus melalui satu cara mudah yaitu, menyembah Iblis (Ay. 6-7). Pada pencobaan yang ketiga, Iblis meminta Yesus mencobai Allah untuk melakukan sesuatu hal yang ajaib bagi diri-Nya (Ay. 9-11)

Dalam peristiwa itu, Yesus memperlihatkan diri-Nya sebagai manusia biasa yang dapat mengalami pencobaan. Namun Yesus tidak mau kalah dengan pencobaan itu, Yesus bisa berhasil menghadapi pencobaan itu karena ia memiliki relasi yang dekat dengan Allah dan ketaatan Yesus kepada Firman Allah. Yesus tidak bisa tergoda dengan rayuan Iblis karena Ia bisa membedakan manakah yang menjadi kehendak Allah dan yang bukan. Dari pencobaan yang dialami oleh Yesus ini, tampak bahwa pencobaan itu tidak hanya datang dalam rupa kesulitan, persoalan dan pergumulan, tetapi juga berupa wewenang, kemuliaan, kekuasaan dan hal2 yang spektakuler.

Refleksi
Renungkanlah: Sudahkan saudara menghidupi pertobatan saudara dengan komitmen untuk menjadikan Firman TUHAN sebagai landasan dalam pengambilan keputusan dan pelbagai sikap hidup saudara?

Tekadku
Ya Tuhan, tolong saya untuk bisa berkomitmen untuk lebih dekat dengan-Mu melalui Firman-Mu, sehingga saya bisa menghadapi setiap pencobaan atau godaan dari Iblis yang berusaha menjatuhkan saya ke dalam dosa.

Tindakanku
Mulai hari ini saya akan lebih rajin untuk bersaat teduh (doa, baca Firman) supaya saya bisa semakin mengerti kehendak Allah, sebagai landasan dalam mengambil keputusan untuk menjalani kehidupan yang Tuhan telah anugerahkan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«