suplemenGKI.com

Bacaan : Lukas 9 : 37-43

 

YESUS MENGUSIR ROH DARI SEORANG ANAK YANG SAKIT

 

                Pada keesokan harinya ketika mereka turun dari gunung itu, datanglah berbondong-bondong menemui Yesus. Seorang dari orang banyak itu berseru, katanya: ”Guru, aku memohon supaya Engkau menengok anakku, sebab ia adalah satu-satunya anakku. Sewaktu-waktu ia diserang roh, lalu mendadak ia berteriak dan roh itu menggoncang-goncangkannya sehingga mulutnya berbusa.  Roh itu terus saja menyiksa dia dan hampir-hampir tidak mau meninggalkannya.  Dan aku telah meminta kepada murid-murid-Mu supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat.”  Maka kata Yesus: ”Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu dan harus sabar terhadap kamu? Bawa anakmu itu kemari.”  Dan ketika anak itu mendekati Yesus,  setan itu membantingkannya ke tanah dan mengoncang-goncangnya.  Tetapi Yesus menegor roh jahat itu dengan keras dan menyembuhkan anak itu, lalu mengembalikannya kepada ayahnya. Maka takjublah semua orang itu karena kebesaran Allah.

                Bagi para pelancong yang suka pesiar di atas gunung, maka pemandangan dari atas gunung merupakan pengalaman yang enggan untuk dilepaskan begitu saja. Pemandangan yang lepas luas ditambah suasana pagi yang mengantar sang surya keluar dari peraduannya, sangat mungkin memberikan sentuhan yang menguatkan. Apalagi jika pada malam harinya menyaksikan kemuliaan Tuhan Yesus, siapapun yang berada di posisi Petrus beserta teman-temannya sangat boleh jadi enggan turun dari atas gunung.

                Tetapi  hal itu tidak berlaku bagi Tuhan Yesus. Begitu turun dari gunung, Dia langsung beraksi. Ada kerumunan orang di kaki gunung. Seorang laki-laki sedang gundah dengan keadaan anak laki satu-satunya. Demikian malangnya nasib sang anak saat dirasuk setan, sehingga sewaktu-waktu  mendadak ia berteriak dan roh itu menggoncang-goncangkannya sehingga mulutnya berbusa.  Roh itu terus saja menyiksa si anak dan hampir-hampir tidak mau meninggalkannya.  Dan bapak yang putus asa ini telah meminta kepada murid-murid Tuhan Yesus supaya mereka mengusir roh itu, tetapi ternyata mereka tidak dapat. Maka bertindaklah Tuhan!

                Tindakan pertama langsung ditujukan kepada ketidakpercayaan para murid. Betapa mereka sudah cukup lama bersama-Nya, menyaksikan kuasa-Nya yang begitu dahsyat atas sakit penyakit serta kelemahan tubuh plus kuasa iblis! Bahkan di awal pasal 9 ini, khususnya di ayat 1 tertulis : ”Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit.” Jadi bisa dipahami betapa marahnya Tuhan Yesus atas ketidakpercayaan mereka itu.

                Dan bila ada frasa kata: ”Berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu,” maka sebetulnya pernyataan Tuhan Yesus bukan merupakan kecaman, melainkan justru lebih cenderung memberitahukan kepada mereka bahwa Dia tidak bisa terus menerus secara fisik menyertai mereka. Sebuah keprihatinan yang sangat mendalam dari seorang Guru yang rindu murid-Nya memperoleh kesiapan yang cukup, saat Yang Bersangkutan hendak pergi melaksanakan misi yang sangat penting!

                 Pertanyaan penting untuk kita semua adalah seberapa lama kita siap untuk melayani Tuhan? Apakah kita menunggu penyataan kemuliaan-Nya, baru kita mau melayani Tuhan?  Sebagai gereja dan orang-orang Kristen, kita tidak seharusnya hanya berusaha mendapatkan penyataan kemuliaan Allah—apapun bentuknya dan apapun alasan dibaliknya, melainkan juga bertindak untuk menyatakan kemuliaan Allah melalui kehidupan serta karya kita.

Refleksi
Kemuliaan kuasa Kristus membuat iblis tidak berdaya.

Tekadku
Saya harus belajar percaya kepada kekuasaan Kristus, agar perlindunganNya seamakin nyata.

Tindakanku
Hari ini saya akan berdoa agar kuasa Allah terus bekerja di hati setiap anak-anak Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«