suplemenGKI.com

DARI TANGISAN MENJADI TARIAN

Mazmur 30:1-13

 

PENGANTAR
Kita semua menginginkan hidup yang penuh sukacita. Kita juga percaya bahwa Tuhan menghendaki kita hidup dalam sukacita. Namun, tidak sedikit orang-orang percaya yang kehilangan sukacita dalam hidupnya.Sakit-penyakit dan berbagai macam penderitaan yang lain sering kali merampas sukacita kita. Haruskah demikian?  Penderitaan memang dapat menghentikan sukacita kita, namun tidak untuk selama-lamanya. Sebaliknya, jika penderitaan itu kita lalui bersama Tuhan, maka kita akan semakin diperkaya dengan pengalaman rohani sehingga sukacita kita juga semakin berlimpah.

PEMAHAMAN

Ay. 2-4          Pengalaman apakah yang telah membuat pemazmur memuji Tuhan?

Ay. 5-8          Pemazmur juga mengajak orang-orang lain untuk memuji Tuhan.  Siapakah orang yang diajak pemazmur: apakah Anda termasuk di dalamnya? (ay.5) Selain menyanyi, hal apa lagi yang harus kita lakukan bagi Tuhan? (lihat ay. 5b, ay. 7b)

Ay. 9-13        Pemazmur berdoa agar Tuhan menjadi penolongnya (ay. 9-11). Apa yang dilakukan pemazmur ketika ia mengalami pertolongan dari Tuhan?  Pernahkah Anda mengalami hal yang serupa?  Dalam hidup Anda, apakah cara terbaik yang Anda dapat lakukan untuk mengungkapkan syukur Anda?

Mazmur ini ditulis oleh seseorang yang pernah mengalami sakit yang sangat parah, yang hampir membawanya kepada kematian.  Dengan sungguh-sungguh dia berdoa, mohon kesembuhan dari Tuhan. Dan, Tuhan pun mendengarkan doanya. Sebagai seorang yang gemar memuji Tuhan, ia pun bermazmur mengungkapkan sukacitanya.

Namun, pemazmur tidak ingin bersukacita sendirian. Ia juga mengajak bersukacita semua orang yang pernah mengalami kasih Tuhan. Selain bersukacita, pemazmur juga mengajak mereka memberikan persembahan (ay. 5) dan bersaksi mengenai Allah yang telah meneguhkan iman mereka (ay.7-8).

Setelah mengalami pertolongan dari Tuhan, pemazmur menggambarkan keadaannya seperti tangisan perkabungan yang berganti dengan tari-tarian.  Bagi pemazmur, setiap orang yang pernah mendapatkan pertolongan dari Tuhan haruslah memuliakan Dia.  Karena itu, mazmur ini diakhiri dengan komitmen yang sangat indah:  tekad pemazmur untuk memuji Tuhan selama-lamanya.

REFLEKSI
Pernahkah Anda mengalami pertolongan Tuhan dalam hidup Anda? Apa bentuknya? Menurut Anda, apakah cara terbaik yang Anda dapat lakukan untuk mengungkapkan syukur Anda?

TEKADKU
Ya Tuhan, biarlah setiap pengalaman yang indah bersama-Mu membuat imanku semakin teguh sehingga aku semakin sering memuji nama-Mu dan semakin tulus memberikan persembahan kepada-Mu.

TINDAKANKU
Dalam persekutuan atau kebaktian doa yang aku hadiri dalam waktu dekat ini, Aku akan bersaksi mengenai pertolongan Tuhan yang pernah aku alami dan mengajak orang-orang yang mendengarkan kesaksian untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«