suplemenGKI.com

Matius 23:1-12

 

“Berhasil di jalan Tuhan”

Pengantar:
            Berhasil adalah sebuah kata yang menyenangkan, mengapa? Hampir semua orang di dunia ini berharap agar hidupnya berhasil. Sebagai petani menjadi petani yang berhasil, sebagai pengusaha menjadi pengusaha yang berhasil, sebagai pemimpin menjadi pemimpin yang berhasil, sebagai pelajar menjadi pelajar yang berhasil dan seterusnya. Menurut KBBI, berhasil: mendatangkan hasil, ada hasilnya, beroleh hasil, berbuah yang diharapkan, tercapai maksudnya dan sebagainya. Tema renungan kita hari ini adalah “Berhasil di jalan Tuhan”

Pemahaman:

  1. Apa makna pernyataan Tuhan Yesus dalam ayat 1-7?
  2. Apa tujuan pernyataan Tuhan Yesus dalam ayat 8-12?

Sudah bukan rahasia lagi pada saat itu bahwa kehadiran, keberadaan dan pengajaran Yesus sangat berbeda atau bertolak belakang dengan para Farisi dan ahli Taurat. Perbedaan paling menonjol adalah dalam hal integritas, Yesus menunjukan kesatuan yang utuh antara pengajaran dan kehidupan-Nya, apa yang diajarkan sesuai dengan apa yang dilakukan-Nya. Sedang para Farisi dan ahli Taurat antara pengajaran dan kehidupannya ibarat bumi dan langit. Pengajaran mereka tentang Taurat sangat baik namun mereka tidak menghidupinya dalam perilaku dan keteladanan hidup sehari-hari, artinya hanya NATO (No Action Talk Only). Hal lain lagi adalah motivasi, Yesus orientasi untuk menyelamatkan, memulihkan dan menolong umat serta untuk kemuliaan Bapa yang mengutus-Nya, para Farisi dan ahli Taurat “CarMuk” (cari muka). Hidup keagamaan mereka agar mendapat pujian, hormat, sanjungan dan penghargaan manusia maka mereka selalu ingin menjadi nomor satu. Yesus mengingatkan para murid, boleh menuruti pengajarannya tetapi jangan menuruti perbuatan mereka.

Pada ayat 8-12, Yesus mengajarkan hal-hal penting tentang hidup di jalan Tuhan kepada para murid dan pendengar saat itu, Pertama: Jangan tergiur posisi (Rabi) kalau hanya ingin dihormati, dipuji atau disanjung. Ingat Rabi itu hanya satu yaitu Tuhan Yesus, Dialah yang layak menerima hormat, pujian dan sanjungan. Ke dua: Jadilah pemimpin yang melayani, karena pemimpin itu hanya satu yaitu Mesias yang mempercayakan murid-murid dan setiap orang percaya untuk melayani. Ke tiga: Jadilah pekerja Tuhan sesuai dengan konteks, posisi dan profesi yang berintegritas. Lakukan dengan kesungguhan, ketulusan dan rendah hati. Itulah wujud nyata berhasil di jalan Tuhan.

Refleksi:
Saudara, berhasil di jalan manusia adalah ketika mendapat pujian, hormat dan sanjungan, sedangkan berhasil di jalan Tuhan adalah justru ketika diri ini seolah-olah semakin kecil di hadapan manusia namun bermakna bagi sesama dan Tuhan semakin ditinggikan.

Tekadku:
Tuhan, ajarkan dan mampukan saya untuk menjadi pribadi yang memiliki Iman yang selaras dengan sikap, perkataan dan tindakan hidup sehari-hari agar nama-Mu dipermuliakan.

Tindakanku:
Mulai hari ini saya mau meninggalkan sikap, perkataan dan tindakan yang tidak selaras dengan Iman kepada Tuhan, agar tidak menjadi batu sandungan bagi sesama.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«