suplemenGKI.com

Minggu, 1 Maret 2015

28/02/2015

Markus 8:34-38

MENGIKUT YESUS

 

PENGANTAR
Bacaan kita hari ini berkaitan erat (lanjutan) dengan apa yang kita renungkan hari kemarin.  Yesus ingin memberi pengertian yang benar kepada para murid-Nya sebelum penderitaan-Nya sebagai Mesias itu benar-benar Dia alami.  Dia mengajak para murid-Nya untuk mengikuti-Nya dengan motivasi, tekad dan sikap yang tepat agar misi-Nya bagi dunia ini tergenapi.

PEMAHAMAN
Ayat 34           : tekad dan sikap hidup seperti apa yang Yesus ajarkan kepada para murid yang mengikut-Nya?

Apa makna ajakan Yesus tersebut?

Sudahkah kita menghidupi ajakan Yesus dalam keseharian hidup kita?

 

Dari pernyataan dan sikap Petrus maka Yesus mengerti sebatas mana pemahaman mereka terhadap Yesus.  Para murid, khususnya Petrus belum memahami siapa Yesus dan misi-Nya bagi dunia ini.  Mereka hanya memahami sebatas fisik dan dikaitkan dengan kehidupan secara politik.  Oleh sebab itu, dalam perikop ini Yesus memanggil banyak orang dan murid-murid-Nya untuk mendekat.  Dia ingin sebanyak mungkin orang mendengar apa yang akan dikatakan-Nya.   Yesus berbicara mengenai penyangkalan diri ketika orang-orang ingin mengikut Dia.   Dia sungguh adalah Mesias.  Mengikut Dia berarti mengikut Allah yang mengutus-Nya.  Mesias yang datang adalah Mesias yang harus menderita demi misi-Nya bagi keselamatan umat manusia.  Oleh sebab itu, Dia menuntut pengikut-Nya agar menyangkal diri bagi keselamatan dunia ini.

Tuhan Yesus mengajak para murid-Nya untuk memikirkan apa yang Allah pikirkan agar misi-Nya bagi dunia ini bisa tergenapi.  Dia mengajak kita mengikuti jejak dan pikiran-Nya.  Bagaimana cara-Nya?  Ayat 34 “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku”.  Hanya dengan cara ini, seorang murid dapat memikirkan apa yang dipikirkan Allah, yaitu: Pertama, tidak mengutamakan kepentingan sendiri yang berarti menyangkal diri.  Kedua, sedia dan rela menderita yang artinya memikul salibnya.  Ketiga, teguh hati artinya setia mengikut Dia tanpa takut kehilangan ‘nyawa’.  Melalui tiga hal itu, seorang murid menundukkan dirinya pada rencana dan kehendak Allah demi keselamatan dunia dengan segala isinya.  Hanya dengan menyangkal diri dan memikul salib kita memenuhi panggilan-Nya untuk mengarahkan hidup yang berfokus bukan pada diri sendiri tetapi pada Allah dan misi-Nya.Bagaimana tekad dan sikap hidup kita sebagai pengikut-Nya?  Sudahkah kita belajar menghidupi ajakan Yesus tersebut dalam hidup kita?

 

REFLEKSI
Menjadi murid Yesus bukan hanya sekadar ‘ikut’ tetapi seharusnya mau menyangkal diri, memikul salib dan setia ikut Dia sampai akhir.

 

TEKADKU
Tuhan tolonglah aku agar aku tidak hanya puas ‘ikut’ Engkau tetapi mau memberi diri terlibat dalam misi Allah bagi dunia ini sebagai wujud aku mau menyangkal diri dan memikul salib.

 

TINDAKANKU
Hari ini aku wujudkan dalam tindakan nyata apa artinya menyangkal diri (tidak mengutamakan kepentingan diri sendiri): dengan cara ………………..; memikul salib: dengan cara ……………..; teguh hati setia ikut Yesus: dengan cara ……………………!

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«