suplemenGKI.com

Minggu, 1 Juli 2018

30/06/2018

IMAN YANG MENYELAMATKAN

Markus 5:21-43

 

Pengantar
Apa yang saudara akan lakukan bila mengalami sakit yang tidak kunjung sembuh? Atau apa yang saudara lakukan bila maut mengancam nyawa saudara atau nyawa orang yang saudara kasihi? Pasti saudara akan melakukan segala cara demi keselamatan saudara. Mungkin saudara akan mengusahakan cara pengobatan yang tercanggih, datang kepada dokter yang terbaik dan sebagainya. Hal demikianlah yang dilakukan oleh beberapa orang yang akan kita renungkan bersama pada hari ini.

Pemahaman

  • Ayat 21-26            : Siapakah Yairus dan perempuan yang datang menghampiri Tuhan Yesus? Apakah yang mereka alami sehingga membuat mereka meminta pertolongan kepada Yesus?
  • Ayat 22-43            : Apa yang mereka lakukan? Bagaimana cara Tuhan Yesus menolong mereka?

Yairus adalah kepala rumah ibadat Yahudi, penanggungjawab pelayanan satu sinagoge, tempat kegiatan ibadah orang Yahudi, dia adalah tokoh agama, rohaniawan yang cukup terpandang. Ia mempunyai masalah yaitu anak perempuannya sakit dan hampir mati, bahkan ada seorang keluarga Yairus yang mengatakan bahwa anak itu sudah mati (Ay. 35). Bagi penganut agama Yahudi, bila seseorang menderita sakit, apalagi sakitnya parah yang dekat dengan kematian, pasti disebabkan oleh karena dosa. Entah dosa yang bersangkutan atau keluarga dekatnya. Sebagai rohaniawan, kepala sinagoge, Yairus mengalami pergumulan berat yang berkaitan dengan reputasinya. Peristiwa serupa juga terjadi pada seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita sakit pendarahan dan sudah menghabiskan seluruh hartanya untuk kesembuhannya tetapi tidak berhasil. Bahkan kondisinya semakin memburuk. Yairus dan perempuan tersebut memiliki pergumulan psikologis yang sama.

Di tengah pergumulan beratnya untuk pergi kepada Yesus, yang selama ini menjadi ‘musuh’ para pemimpin Yahudi, Yairus mengambil keputusan untuk pergi kepada Yesus, ia tersungkur kepada-Nya dan meminta Yesus untuk datang ke rumahnya dan meletakkan tangan atas anaknya (Ay. 22-23). Berbeda dengan Yairus yang langsung datang dan meminta pertolongan kepada Yesus, perempuan yang menderita pendarahan itu tidak berani minta Yesus datang kerumahnya. Ia menyadari dirinya yang bukan siapa-siapa. Dia hanya memanfaatkan kerumunan orang banyak menjadi tempat dia menyelinap tanpa dikenal oleh siapapun. Ia melakukan apa yang dia inginkan dengan sepenuh hati dan dengan penuh keyakinan bahwa “asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Yairus dan perempuan itu sama-sama meletakkan pengharapan satu-satunya hanya kepada Yesus, dan mereka menerima keselamatan oleh karena iman mereka kepada Tuhan Yesus.

Refleksi
Renungkanlah: terkadang Tuhan membiarkan kita berada dalam situasi yang membuat kita nyaris kehilangan pengharapan untuk menyatakan bahwa Tuhan ada dan berkuasa atas hidup kita. Dalam situasi demikian, mintalah kekuatan agar kita dapat melangkah maju dalam iman kita kepada-Nya.

Tekadku
Ya Tuhan, tolong saya agar saya tetap memelihara iman saya ditengah pergumulan dan masalah yang menghimpit kehidupan saya. Supaya melalui masalah yang saya hadapi, iman saya semakin bertumbuh.

Tindakanku
Saya tidak akan menyerah dan takut dengan keadaan berat yang saya alami saat ini karena saya percaya Tuhan sanggup menolong dan memberikan jalan keluar pada saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»