suplemenGKI.com

Minggu, 1 Juli 2012

30/06/2012

Markus 5:21-43

 

Semua Orang Berhak Untuk DikasihiNya

Pernah di sebuah sekolah kristen ada anak yang sudah berumur hampir 9 tahun tetapi masih duduk di kelas 1 SD. Menurut kedua orangtuanya, sebelum anak itu diterima di sekolah  kristen tersebut, si anak sudah didaftarkan ke 3 sekolah, namun ketiga-tiganya menolak untuk menerima anak itu. Usut punya usut, ternyata penyebab penolakan itu adalah karena anak itu cacat. Sekolah-sekolah tersebut tidak mau menanggung image buruk dengan menerima anak cacat itu. Dengan kata lain, sikap sekolah ini ingin mengatakan bahwa anak cacat itu “tidak berhak untuk dikasihi dan diterima”. Tapi syukurlah bahwa akhirnya si anak cacat itu diberi ruang dan kesempatan untuk belajar di sekolah kristen ini. Dan memang sudah seharusnyalah Sekolah Kristen menunjukkan sikap yang berbeda, sama seperti yang pernah dilakukan TUHAN YESUS ketika DIA melihat ada orang-orang yang dianggap tidak berhak untuk dikasihi.

  • Mengapa perempuan dalam ayat 25-34 ini termasuk dalam golongan orang yang tak berhak dikasihi?
  • Bagaimana sikap YESUS terhadap orang-orang yang dianggap tidak punya hak untuk dikasihi?
  • Apa yang bisa kita pelajari dari kisah Yairus? (ayat 21-24 dan 35-43)

Renungan

Bukan hal yang aneh jika di kalangan masyarakat Yahudi dijumpai adanya kelompok-kelompok elit dan marginal (kelompok yang tak pantas dihargai/dikasihi). Dalam kisah yang dicatat oleh Markus pasal 5 ini, ada seorang yang benar-benar pantas dianggap rendah dan hina oleh masyarakat Yahudi. Dia adalah perempuan yang sakit pendarahan (ay. 25-34). Betapa tidak, lahir sebagai perempuan saja sudah membuatnya berada di posisi rendah, apalagi ditambah dengan kondisi sakit pendarahan, yang di mata orang Yahudi itu adalah penyakit yang menjijikkan dan najis. Penolakan dan hinaan menjadi hal yang lumrah diterima oleh perempuan semacam ini. Tapi herannya, justru perempuan yang beresiko ditolak karena kondisinya itu malah memberanikan diri berada di kerumunan dan mendekat pada YESUS. Dan jika kita cermati pernyataannya di ayat 28, maka kita menjumpai adanya keyakinan dalam diri perempuan ini bahwa YESUS berbeda. DIA tidak hanya hebat tetapi juga Seorang yang sangat memanusiakan manusia.

Dan kalau itu anggapan kuat dari perempuan pesakitan itu, maka anggapan itu memang benar adanya. Lihatlah bagaimana reaksi YESUS terhadap perempuan dari golongan rendah ini. (ayat 34). YESUS tidak marah,kesal, jijik, maupun menghakimi perempuan ini. Malahan dia menyatakan bahwa penyakitnya telah sembuh. Dengan kata lain, aksi YESUS ini sedang menyampaikan pesan penting bahwa semua orang berhak untuk dikasihiNya.

Pernyataan ini sungguh telah didemonstrasikan YESUS dengan jelas. Bukan saja kepada perempuan yang sudah 12 tahun menderita sakit pendarahan, tetapi juga kepada putri seorang kepala rumah ibadat, yaitu Yairus. Sekali lagi, melalui peristiwa disembuhkannya putri Yairus, atau lebih tepatnya “dibangkitkannya putri Yairus”, sesungguhnya YESUS sedang menyampaikan pesan bahwa semua orang berhak untuk dikasihiNya. Dan jika YESUS sudah menyatakan hal ini, adakah manusia yang masih berani memandang rendah sesamanya?

 

“Semua orang berharga di mataNya, jadi tak ada yang berhak merendahkannya”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«